Sunday, July 02, 2017

Selalu ada Hikmah


Eaa...yang mulai ngeblog lagi :P
Mungkin karena nyari tempat cerita, tapi kayaknya terlalu umum kalo dipajang di IG, apalagi FB. Jadilah blogger dibuka lagi :D





...




Jadi, ketika dulu mulai pindah sini, saya seringkali bertanya-tanya maksud Alloh. Saya selalu yakin bahwa apa yang terjadi pada diri saya adalah cara Alloh berkomunikasi dengan saya. Begitulah adanya ketika kami dimutasi ke Mundu.


Diawal kepindahan -hingga beberapa minggu lalu-, saya masih mencari-cari makna kepindahan kami kesini. Ntah apa 'tugas' kami disini, ataupun pesan apa yang ingin Alloh sampaikan pada kami. Dan baru beberapa hari ini saya pahami, dan kesimpulanpun baru saya dapatkan pagi tadi.


Sebelumnya, saya rasa, as a human being, saya adalah pribadi yang (cukup) baik. Berusaha sebaik mungkin untuk tidak menyakiti orang lain, berusaha membantu bila dibutuhkan, tidak (terlalu) cuek dengan sekitar, berusaha ramah, dll. Ternyata saya SALAH. Alloh seakan-akan menyentil saya, sebagai pribadi ternyata masih jauh dari BAIK. Saya dipertemukan dengan sosok-sosok yang pribadinya sungguh baik tanpa mereka menyadari. Pribadi yang selalu haus akan menolong orang sekitar. Pribadi yang low profile, ramah maksimal, jauh dari kesan individualis.
Ketika usai bersama mereka, saya akan pulang dengan rasa berat didada. Berat karena merasa diri ini sangat banyak kekurangan dan akan banyak pe er yang harus saya kejar.

Alhamdulillah Alloh akhirnya menunjukkan maksudNya (sejauh yang saya pahami). BAIK saja tidak cukup..BERMANFAAT akan lebih BAIK. Kami diletakkan disini karena Alloh ingin kami belajar meningkatkan diri menjadi sosok yang bermanfaat kelak. Mari bulatkan tekad, perbaikan harus terjadi. Ini proses menjadi manusia bermanfaat. Keluarga Barokah. Aamiiin.

Saturday, March 18, 2017

Aliran Rasa : Latihan Kemandirian

Bismillah
Alhamdulillah 10 hari kemarin (dan masih hingga sekarang) latihan kemandirian anak-anak masih dilakukan. Mungkin belum banyak perubahan berarti, namun melihat mereka semakin tidak bergantung dengan saya sejatinya sudah memuaskan bagi saya.

Sebelumnya, Qeela adalah anak yang malas makan bila tidak disuapi. Banyaknya jumlah makanan yang masuk ke mulutnya tidak sebanyak tenaga yang butuh dikeluarkan olehnya ketika beraktivitas. Ia terkadang dalam beberapa hal masih tergantung dengan saya. Setelah berlatih kemandirian 10 hari kemarin, saya pribadi belajar tega ketika ia hanya makan sedikit. Belajar menerima bahwa mungkin stok makanan yang masuk hanya segitu yang dapat ditampung perutnya. Hari-hari pertama seperti itu. Alhamdulillahnya beberapa hari kemudian berjalan, Qeela sudah dapat mengukur kebutuhan makanan yang bisa dimakan dalam sekali waktu. Mungkin tidak terlalu terasa bagi mereka yang memiliki anak-anak doyan makan, tapi berasa sekali bagi saya.

Anya, sudah mulai berani berinteraksi dengan orang lain. Sudah mulai mau berbaur menyapa terlebih dahulu. Ia sedang berproses menjadi anak manis yang ramah. Untuk Bia, hhihihi, saya masih berkutat dengan TT nya. Tapi itulah proses.

Dengan menuliskan, mencatatkan perkembangan anak-ank selama latihan kemarin, saya sadar anak-anak sebenarnya berkembang walau mungkin perlahan. Saat ini, saya baru merasakan ternyata sedikit usaha (membiasakan selama 10 hari) mengurangi beban aktivitas saya membersamai mereka (sebelumnya menyuapi, membantu menyampaikan perasaan, mencuci clodi dll). Beberapa kegiatan sekarang sudah lepas dari aktivitas rutin saya sebelumnya. Alhamdulillah ya. Semoga ketika tantangan ini kelar, saya tidak berhenti disini dan melanjutkan dengan tantangan kemandirian lagi. Bismillah



#aliranrasa
#melatihkemandirian
#bundasayang
#IIP

Wednesday, March 08, 2017

Latihan Kemandirian #7

Saya akui, untuk kemandirian, saya banyak ketinggalan menerapkan pada Anya. Hiks, belum selesai denganmu, sudah di adek in ya nak, maafkan mamak yang kurang pandai mengatur waktu. Ditambah sifat Anya yang lebih berhati-hati dan sangat pemalu, jadi ketika kemandirian itu bersentuhan dengan orang lain, ia kesulitan. Semoga kelak bisa mengejar ketinggalan.

Kemarin saat sarapan (kami sarapan ber 4 saja), fokus saya sebagian besar ke adiknya. Qeela Anya saya minta menyediakan makanan mereka masing-masing sendiri. Tidak butuh usaha keras bila bagi Qeela yang sudah terbiasa. Tapi lumayan Pe er bagi Anya untuk menyiapkan makanannya sendiri dilingkungan yang relatif baru baginya. Ia sempat sekali ikut Qeela berkeliling restoran untuk memilih menu makanan mereka (walau lagi-lagi  sereal pilihannya😆). Qeela yang lebih karena sekalian membantu saya bergantian menjaga Bia harus aktif kesana kemari membuat Anya beberapa kali ditinggal sendirian menyiapkan makanannya. Dari jauh saya perhatikan, awalnya Anya kebingungan mengambil sereal yang posisinya agak ditengah dengan ketinggian meja yang lumayan. Ia sempat memandang saya dari jauh, memasang raut meminta tolong.

Minta tolong orang lain

Bahasa isyarat saya padanya. Ia sempat ragu. Memandang ke sekelilingnya. Di pojok meja, agak sedikit jauh dari posisinya, kebetulan ada staff resto yang sedang membereskan sisa makanan. Pelan-pelan saya liat Anya mendekatinya. Memanggil pelan, kemudian dengan malu-malu menunjuk kearah meja sereal, meminta tolong diambilkan. Ia sukses alhamdulillah dan kembali ke meja kami dengan senyum merekah lebar, tentu saja tak ketinggalan dengan semangkuk serealnya. Tak lupa saya puji keberaniannya. Saya terharu. Saya paham tidak mudah bagi Anya berinteraksi dengan orang baru, tak seperti kakaknya. Sehingga hal sederhana seperti meminta tolong begini adalah kemajuan banyak untuknya, dalam pandangan saya. 

Hingga akhir waktu makan kami, saya liat senyumnya tak lepas dari wajahnya. Sampai dengan malam ketika melapor pada ayahnya. Ia terlihat sekali bangga pada dirinya sendiri yang ternyata bisa meminta tolong tanpa ditemani saya ataupun Qeela. Ia seperti tidak percaya pada pencapaiannya sendiri.

"Anya sebenarnya berani kan ya, hanya belum mau mencoba. Sekarang, mama jadi tau, Anya ternyata bisa ya, Anya hebat"

dan senyum itu terbawa terus seharian. alhamdulillah


#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#apresiasikemandirian
#Anya
 

Catatan Emak Template by Ipietoon Cute Blog Design and Waterpark Gambang