Saturday, March 18, 2017

Aliran Rasa : Latihan Kemandirian

Bismillah
Alhamdulillah 10 hari kemarin (dan masih hingga sekarang) latihan kemandirian anak-anak masih dilakukan. Mungkin belum banyak perubahan berarti, namun melihat mereka semakin tidak bergantung dengan saya sejatinya sudah memuaskan bagi saya.

Sebelumnya, Qeela adalah anak yang malas makan bila tidak disuapi. Banyaknya jumlah makanan yang masuk ke mulutnya tidak sebanyak tenaga yang butuh dikeluarkan olehnya ketika beraktivitas. Ia terkadang dalam beberapa hal masih tergantung dengan saya. Setelah berlatih kemandirian 10 hari kemarin, saya pribadi belajar tega ketika ia hanya makan sedikit. Belajar menerima bahwa mungkin stok makanan yang masuk hanya segitu yang dapat ditampung perutnya. Hari-hari pertama seperti itu. Alhamdulillahnya beberapa hari kemudian berjalan, Qeela sudah dapat mengukur kebutuhan makanan yang bisa dimakan dalam sekali waktu. Mungkin tidak terlalu terasa bagi mereka yang memiliki anak-anak doyan makan, tapi berasa sekali bagi saya.

Anya, sudah mulai berani berinteraksi dengan orang lain. Sudah mulai mau berbaur menyapa terlebih dahulu. Ia sedang berproses menjadi anak manis yang ramah. Untuk Bia, hhihihi, saya masih berkutat dengan TT nya. Tapi itulah proses.

Dengan menuliskan, mencatatkan perkembangan anak-ank selama latihan kemarin, saya sadar anak-anak sebenarnya berkembang walau mungkin perlahan. Saat ini, saya baru merasakan ternyata sedikit usaha (membiasakan selama 10 hari) mengurangi beban aktivitas saya membersamai mereka (sebelumnya menyuapi, membantu menyampaikan perasaan, mencuci clodi dll). Beberapa kegiatan sekarang sudah lepas dari aktivitas rutin saya sebelumnya. Alhamdulillah ya. Semoga ketika tantangan ini kelar, saya tidak berhenti disini dan melanjutkan dengan tantangan kemandirian lagi. Bismillah



#aliranrasa
#melatihkemandirian
#bundasayang
#IIP

Wednesday, March 08, 2017

Latihan Kemandirian #7

Saya akui, untuk kemandirian, saya banyak ketinggalan menerapkan pada Anya. Hiks, belum selesai denganmu, sudah di adek in ya nak, maafkan mamak yang kurang pandai mengatur waktu. Ditambah sifat Anya yang lebih berhati-hati dan sangat pemalu, jadi ketika kemandirian itu bersentuhan dengan orang lain, ia kesulitan. Semoga kelak bisa mengejar ketinggalan.

Kemarin saat sarapan (kami sarapan ber 4 saja), fokus saya sebagian besar ke adiknya. Qeela Anya saya minta menyediakan makanan mereka masing-masing sendiri. Tidak butuh usaha keras bila bagi Qeela yang sudah terbiasa. Tapi lumayan Pe er bagi Anya untuk menyiapkan makanannya sendiri dilingkungan yang relatif baru baginya. Ia sempat sekali ikut Qeela berkeliling restoran untuk memilih menu makanan mereka (walau lagi-lagi  sereal pilihannya😆). Qeela yang lebih karena sekalian membantu saya bergantian menjaga Bia harus aktif kesana kemari membuat Anya beberapa kali ditinggal sendirian menyiapkan makanannya. Dari jauh saya perhatikan, awalnya Anya kebingungan mengambil sereal yang posisinya agak ditengah dengan ketinggian meja yang lumayan. Ia sempat memandang saya dari jauh, memasang raut meminta tolong.

Minta tolong orang lain

Bahasa isyarat saya padanya. Ia sempat ragu. Memandang ke sekelilingnya. Di pojok meja, agak sedikit jauh dari posisinya, kebetulan ada staff resto yang sedang membereskan sisa makanan. Pelan-pelan saya liat Anya mendekatinya. Memanggil pelan, kemudian dengan malu-malu menunjuk kearah meja sereal, meminta tolong diambilkan. Ia sukses alhamdulillah dan kembali ke meja kami dengan senyum merekah lebar, tentu saja tak ketinggalan dengan semangkuk serealnya. Tak lupa saya puji keberaniannya. Saya terharu. Saya paham tidak mudah bagi Anya berinteraksi dengan orang baru, tak seperti kakaknya. Sehingga hal sederhana seperti meminta tolong begini adalah kemajuan banyak untuknya, dalam pandangan saya. 

Hingga akhir waktu makan kami, saya liat senyumnya tak lepas dari wajahnya. Sampai dengan malam ketika melapor pada ayahnya. Ia terlihat sekali bangga pada dirinya sendiri yang ternyata bisa meminta tolong tanpa ditemani saya ataupun Qeela. Ia seperti tidak percaya pada pencapaiannya sendiri.

"Anya sebenarnya berani kan ya, hanya belum mau mencoba. Sekarang, mama jadi tau, Anya ternyata bisa ya, Anya hebat"

dan senyum itu terbawa terus seharian. alhamdulillah


#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#apresiasikemandirian
#Anya

Tuesday, March 07, 2017

Latihan Kemandirian #6

Kemarin mamak sempat nyaris panik. Sepulang sarapan, Qeela tertinggal di lift sendirian. Jadi kebiasaan Qeela bila ketika naik lift, ia yang akan masuk pertama dan keluar terakhir. Khas anak-anak, mereka senang diberi tanggung jawab memandu kami alias tukang pencet2 tombol lift😝. Pagi itu pun sama, ketika kembali ke kamar sekelar sarapan, ia memaksa saya dan adik-adiknya keluar duluan ketika ia memencet tombol 'buka pintu' di lift, sekeluar kami tiba-tiba pintu tertutup dan saya baru ngeh dan berbalik ke belakang ketika ia berteriak memanggil saya 'mama...'
Lessss...jantung saya serasa mau copot. Saya berusaha memencet tombol turun berharap pintu terbuka lagi, tapi tidak. Pikiran saya sempat kemana-kemana, hotel ini termasuk hotel yang digabung dengan restoran umum di 2 lantai dibawah, sehingga lalu lalang orang diluar penghuni dan petugas itu biasa. Kilasan berita-berita penculikan anak dan sebagainya sempat mewarnai pikiran saya. Anya yang panik terlebih dahulu, mulai menangis. Setelah mencoba menenangkan Anya, saya segera mencari petugas hotel dilantai kami. Dalam keadaan setengah berlari kesana kemari, pintu lift terbuka. Qeela disana, bersama serombongan mba-mba yang menemani.

"Terimakasih ya mba", kata Qeela sambil melambai tangan berbarengan keluar dari lift.

Emak masih kaget. Tak percaya.

"Qeela....ya Alloh, gpp kan? tadi siapa? koq liftnya bisa nutup"

"Tadi Qeela ga sengaja mencet tutup, jadi liftnya nutup. Trus tadi kan liftnya turun ke lantai 3, mba yang tadi naik. Trus Qeela bilang, mba bisa tolong anterin saya ke lantai 5, tadi liftnya ketutup jadi saya ga bisa keluar"

Alhamdulillah ya Alloh, Qeela dipertemukan dengan orang baik. Alloh Maha Baik. Alhamdulillah pula ia tak panik. Berusaha meminta tolong orang lain ketika ia kesulitan untuk kembali ke kamar (fyi, untuk naik ke lantai kamar dbutuhkan kartu kamar). Satu lagi pelajaran kemandirian yang saya rasa tidak saya ajarkan tapi ia paham. Alhamdulillah lagi.


#Qeela
#tantangan10hari
#kuliahbunsayIIP
#apresiasikemandirian
 

Catatan Emak Template by Ipietoon Cute Blog Design and Waterpark Gambang