Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2015

iman..

Beberapa hari ini, terngiang jelas banget dikepala, lagu 'Rukun Iman' yang selalu diputer buat anak-anak selama di mobil pas sedang keluar dengan mereka. Iman tertanam didalam hati beriman cirinya orang sholeh yang iman tentu disayang Alloh marilah kita semua beriman pertama, iman kepada Alloh kedua, iman kepada malaikat ketiga, iman kepada kitab keempat, iman kepada rosul kelima, iman kepada kiamat keenam, iman kepada takdir itulah, rukun iman yang enam bahagia bila mengimaninya. Kemudian saya mikir agak berat ni ceritanya... hee.. Sudahkah saya mengimani keenam rukun iman diatas? Ah pertanyaanya agak berat, saya sendiri yakin g yakin jawabnya. Mungkin kalo rukun iman 1-5. saya insya Alloh sepenuh hati mengimaninya.. nah yang ke 6 ini ni, saya sering kepentok dengan pertanyaan-pertanyaan yang menegaskan keimanan saya pada rukun iman ke 6.. Rejeki, jodoh, hidup mati, itu sudah takdir Alloh.. tapi kenapa kita sebagai manusia se...

kehidupan IRT, untuk saya..

Curcol dikit ah pagi2.. Beberapa waktu lalu ya, seorang kawan yang bekerja, curhat ceritanya.. Si dia ini ditertawakan kawan-kawannya karena punya pemikiran IRT-minded.. Jadi kawan saya ini, masih muda, diterima di Bank Negara, tapi udah ngebet sekali menikah dan jadi IRT, namun bukan dukungan dari kawan-kawan perempuannya, si dia malah di cela abis-abisan. Dianggap tidak syukur kalo sampai keluar hanya karena jadi IRT, istilahnya menyia-nyiakan kesempatan.  Si kawanpun curcol dengan saya, berhubung saya -sepertinya- kawan yang menurut dia dianggap sukses ber IRT ria, jadilah muncul pertanyaan-pertanyaan darinya. 'Semengerikan apakah kehidupan IRT?', ' Worthed kah?' Saat itu saya jelas ga manas-manasin dia ya. Saya bilang setiap orang punya prioritas dan cara pandang sendiri-sendiri. Menurut saya, mungkin karena si kawan ini dibesarkan di keluarga yang hangat, dengan ibu yang bekerja dirumah, wajar saja kalo dia pun bercita-cita menjadi ibu rumah tangga sukse...