"Hidupku tak semudah itu"
"enak ya, suaminya mau ngurusin anak-anak" "Aku kalo jadi dirimu mah enak, anaknya anteng semua" "Cuma mba Tika yang bisa, pembantu pulang sebelum dhuhur, dan anak-anak terkondisikan" "Andai suamiku mau ikutan kelas parenting begitu" Masya Alloh, alhamdulillah kalo dikira hidup ay senang-senang terus. Tapi tenang kawan, biar dirimu ayem, sini ay bisikin. " Hidupku tak semudah itu ". Tidak ada satupun yang instan, semua berproses, dan itulah yang menentukan tingkatan kita di mata Alloh. Saya pernah (dan kadang masih) ngambek-ngambekkan dengan suami karena komunikasi yang menemukan jalan buntu, menangis karena merasa bersalah selepas menyakiti anak-anak, mengeluh pada suami karena merasa lelah membersamai mereka, sakit kepala karena menahan marah melihat polah anak, dsb. Cuma apa gunanya ay jelaskan diluar rumah kan ya. Kami memulai semuanya dari ketidaktahuan. Tidak tahu bagaimana seharusnya menjadi seorang istri, suami, dan juga orangt...