iman..

Beberapa hari ini, terngiang jelas banget dikepala, lagu 'Rukun Iman' yang selalu diputer buat anak-anak selama di mobil pas sedang keluar dengan mereka.

Iman tertanam didalam hati
beriman cirinya orang sholeh
yang iman tentu disayang Alloh
marilah kita semua beriman

pertama, iman kepada Alloh
kedua, iman kepada malaikat
ketiga, iman kepada kitab
keempat, iman kepada rosul
kelima, iman kepada kiamat
keenam, iman kepada takdir

itulah, rukun iman yang enam
bahagia bila mengimaninya.

Kemudian saya mikir agak berat ni ceritanya...
hee..
Sudahkah saya mengimani keenam rukun iman diatas?
Ah pertanyaanya agak berat, saya sendiri yakin g yakin jawabnya.

Mungkin kalo rukun iman 1-5. saya insya Alloh sepenuh hati mengimaninya..
nah yang ke 6 ini ni, saya sering kepentok dengan pertanyaan-pertanyaan yang menegaskan keimanan saya pada rukun iman ke 6..
Rejeki, jodoh, hidup mati, itu sudah takdir Alloh..
tapi kenapa kita sebagai manusia sering lupa, bahwa kita seakan 'mengkerdilkan' ketentuan Alloh.
Manusia seringkali terlalu takut akan apa yang belum terjadi didepan, yang bahkan belum tentu terjadi didepan. Mereka beramai-ramai mengumpulkan harta, seakan takut hidupnya kelak menjadi fakir miskin. Tapi siapakah kita yang dapat mengatur apa yang akan terjadi kelak. Jika Alloh menghendaki, seketika dari derajat tertinggi, kita jatuh terpuruk diderajat terendah. 
Ketika kita takut tidak memiliki apapun, kita lupa...bahwa kita punya Alloh..
bukan harta yang mengkayakan kita, tapi Alloh..
bukan siapapun yang menaikan atau menurunkan derajat kita, tapi Alloh..
Saya jadi berpikir..Sedih, bahagia, susah...itu semua asalnya dari Alloh..
apa yang terjadi pada hidup saya, dari saya lahir sampai dengan sekarang itu takdir Alloh.
lantas kenapa masih ada kata-kata 'gara-gara itu', 'salah dia..', 'berkat dia...', 'atas bantuannya..' dsb masih terucap??
Astaghfirulloh..atas ucapan-ucapan ringan itu, bukankah saya melakukan sesuatu hal syirik. Percaya pada hal lain selain Alloh.. percaya bahwa keberhasilan hidup saya adalah karena manusia lain..bukan karena Alloh..
Semoga Alloh memaafkan khilaf saya.
Saya sungguh masih belajar, namanya juga manusia ya, belajar hingga ajal menjemput.
Dan saya yakini sangat sekarang..ketika saya mengimani rukun iman ke 6..tak ada sedih yang sangat..tak ada bahagia yang berlebih...semua sesuai porsinya..karena memang itulah yang Alloh takdirkan buat saya..

Bismillah..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meruntuhkan Label : Tidak Cinta Diri

berdamai dengan keadaan..

menyambut Baby T