HIdup baru dikota baru..Mundu
Assalamualaikum..
Setelah dicek, terakhir nulis itu sekitar 2 bulan lalu. lama..
sekedar update,
kami sekarang sudah mulai menetap dirumah baru kami, lingkungan baru. Mundu, Karangampel, Indramayu.
Harus menunggu sekitar 2 bulan untuk akhirnya rumah disni siap ditempati. Jadi selama 2 bulan itu paksuami berangkat kantor dari jam 6 pagi menggunakan bus shuttle. Pengalaman baru bagi kami tentunya. Dan alhamdulillah, per 1 Desember kemarin, kami resmi mulai pindahan. Mulai? iya mulai, karena sampe sekarang sebenarnya proses pindahannya belum kelar. Masih ada sebagian barang kami dirumah Klayan.
Nah, sekarang mau cerita kondisi disni ya.
Mundu, tepatnya Kedokan Bunder, daerah yang nyelempit kecil diantara jalan besar Jatibarang-Jakarta. Pertama kali datang ke ini komplek, saya agak sedikit takjub sendiri. Dari jalan besar antar provinsi, ada gang kecil yang cukup untuk 1 mobil saja (2 mobil bisa, namun kudu pelan).
Komplek disini terbilang sepi ya. Apalagi kami dapat rumah dengan posisi dibelakang, minim tetangga, dan jarang dilewatin mobil orang. Jadi berasa banget terpencilnya. Untuk belanja, yang ada hanya pasar, itupun di Karangampel, agak berjarak dari komplek. Untuk belanja yang lebih variatif, saya harus memutuskan menyetir 40 menit ke Cirebon atau 20 menit ke Jatibarang. Untuk Jatibarang, sebenarnya pun hanya berupa pasar sih, dan ada supermarket kecil macam Yogya atau Surya. Kalo mau yang agak banyak pilihan ya kudu ke Cirebon. Indramayu? Hmm..belum pernah mencoba belanja kesana sih cuma dari hasil nanya, katanya jaraknya sama dengan ke Jatibarang dan supermarket yang adapun sama dengan di Jatibarang.
Nah, sekarang mau cerita kondisi disni ya.
Mundu, tepatnya Kedokan Bunder, daerah yang nyelempit kecil diantara jalan besar Jatibarang-Jakarta. Pertama kali datang ke ini komplek, saya agak sedikit takjub sendiri. Dari jalan besar antar provinsi, ada gang kecil yang cukup untuk 1 mobil saja (2 mobil bisa, namun kudu pelan).
Komplek disini terbilang sepi ya. Apalagi kami dapat rumah dengan posisi dibelakang, minim tetangga, dan jarang dilewatin mobil orang. Jadi berasa banget terpencilnya. Untuk belanja, yang ada hanya pasar, itupun di Karangampel, agak berjarak dari komplek. Untuk belanja yang lebih variatif, saya harus memutuskan menyetir 40 menit ke Cirebon atau 20 menit ke Jatibarang. Untuk Jatibarang, sebenarnya pun hanya berupa pasar sih, dan ada supermarket kecil macam Yogya atau Surya. Kalo mau yang agak banyak pilihan ya kudu ke Cirebon. Indramayu? Hmm..belum pernah mencoba belanja kesana sih cuma dari hasil nanya, katanya jaraknya sama dengan ke Jatibarang dan supermarket yang adapun sama dengan di Jatibarang.
Pada awalnya saya kira akan sedikit tidak kerasan disini. Sulit bagi saya meninggalkan aktivitas saya yang sebagian besar berbasis di Cirebon. Kegiatan komunitas, sarana belajar, juga teman-teman semua.
Namun ternyata setelah sebulan disini, saya mulai menikmati. Menikmati suara jangkrik dimalam hari, menikmati sunyi malam sambil duduk menatap langit di teras belakang, menikmati bersepeda didepan rumah dengan tanpa khawatir ada mobil lalu lalang, menikmati lampu temaram dengan bau rumput yang terbawa angin. Suasana kehidupan desa yang tenang.
Suami sebenarnya agak keberatan melihat kegiatan saya yang berbasis di Cirebon. Beliau kasihan tepatnya melihat saya harus bolak balik Mundu-Cirebon yang terkadang harus saya lalui sambil menahan kantuk. Maka kemudian turunlah 'titah' untuk menyudahi sebagian besar kegiatan saya dan anak-anak di Cirebon.
'Terima keadaan kita yang sudah ga di Cirebon. Nikmati yang ada disini' katanya malam itu. Iya. Saya sadar kalau saya enggan keluar dari zona nyaman. Mau saya masih berkutat dengan Cirebon, yang ternyata malah pada akhirnya membuat saya kurang mensyukuri dan menikmati kehidupan saya di Mundu. Anak-anak yang awalnya saya pikir akan keberatan, akan cepat bosan, ternyata tidak terbukti. Anak-anak tetaplah anak-anak. Mereka yang tetap bisa tertawa bahagia bermain dengan segala keterbatasan yang ada.
Jadi, sekarang kegiatan kami di Cirebon hanya sebatas kegiatan komunitas (yang sudah sebulan kurang libur karena keadaan). Kegiatan kami sudah 99% di Mundu. Disini pun saya jarang keluar. Menikmari kegiatan dirumah. Paling pol ya ngajakin anak bersepeda karena disinipun saya belum kenal siapa-siapa. Eh dan saya tetap menikmati lho, alhamdulillah..
NB : Dengar-dengar ada kegiatan anak-anak usia Anya Qeela disni sebagai kegiatan informal di salah satu rumah. Sudah mulai pendekatan untuk ikutan via suami. Moga saja jadi pintu masuk bersosialisasi untuk saya dan anak-anak disini..
Aamiin
Komentar