Resume Kulwap HEbaT Jabar : Astronot atau Astronom

✨ Resume Kulwaps Grup HEbAT Community Jabar Raya

πŸ“† Jumat, 20 Mei 2016
πŸ‘€ Narsum : Pak Abdul Muqiet
🎯 Coach Muqiet
🌏 coach.my.id
Host : Abah Fikri & Bunda Rita
Notulen: Aby

πŸŒ™⭐πŸŒπŸŒ™⭐πŸŒπŸŒ™⭐πŸŒπŸŒ™⭐πŸŒπŸŒ™⭐πŸŒπŸŒ™⭐

SESSION 1⃣ Astronot πŸš€ atau Astronom πŸ”­

Apa yang ada dalam pikiran kita ketika mendengar pertanyaan tersebut? Cita-cita?... Impian?... Atau mungkin Pekerjaan?... Mungkin sebagian kita justru bingung dengan maksud pertanyaan tersebut... Sebagai seorang coach, saya terbiasa mengajukan sebuah pertanyaan untuk mengajak coachee atau subyek untuk melihat sesuatu dari sisi yang berbeda. Dan itulah maksud dari pertanyaan tersebut, mengajak kita semua untuk melihat sesuatu dari sisi yang berbeda. Dalam kesempatan ini saya juga ingin mengajak ibu-ibu semua untuk melihat sebuah hal dari sisi yang berbeda. Masih lekat dibenak kita bagaimana jawaban-jawaban yang kita lontarkan saat kecil dulu ketika ada seseorang yang bertanya tentang apa cita-cita kita ketika besar nanti. Mungkin sebagian besar kita pernah menjawab dengan berbagai jenis profesi sebagai berikut; tentara, dokter, guru, dan lainnya. Begitu banyak jawaban dari anak-anak yang mungkin akan berkaitan dengan profesi, pekerjaan, atau peran dalam masyarakat, namun kali ini saya akan menyederhanakan pertanyaan terbuka tersebut menjadi pertanyaan tertutup yang spesifik: Astronom atau Astronot? Apa maksudnya, apa bedanya, dan apa kaitannya dengan peran spesifik setiap orang dalam membangun peradaban? Insya Allah ini akan menjadi bahan renungan awal diskusi kita bersama di grup ini πŸ™πŸΌ

❓Tanya Jawab ❓

πŸ‘± Abah Fikri: Bismillah. Assalaamualaikum Ayah Muqiet. Selamat datang di grup hebat jabar

πŸ‘€ Wa'alaikumsalam Pak Fikri πŸ™πŸΌ Assalamu'alaikum Ayah Bunda arsitek peradaban. Semoga tetap semangat merancang peradaban masa depan dari rumah kita masing2 ya πŸ™πŸΌ

πŸ‘± Abah Fikri: Jazaakallah sudah meluangkan waktu u/ berbagi inspirasi di sini pak πŸ™.
Oh ya punten sebelum nya, boleh pak muqiet mengenalkan diri dan keluarganya?

πŸ‘€ Senang bisa saling berbagi. Saya coba maksimalkan ya Ayah Bunda, karena masih berada dikepadatan traffic Jakarta πŸ™πŸΌ
Nama saya Abdul Muqiet biasa disapa Ayah Muqiet di HEbAT. Istri saya biasa disapa bunda Balqis. Kami diberi amanah 2 orang putri berusia 7 tahun (Raiqa) dan 5 tahun (Naura) yang keduanya menjalani HE secara penuh dirumah. Saat ini saya juga mendapat amanah sebagai pengurus pusat HEbAT sekaligus fasilitator grup HEbAT di Sumatera.

πŸ‘± Abah Fikri: Waaa semoga segera sampai tujuan pak, bersyukur dl hny bbrp thn di jkt dan skr menetap di tasik 😊.
Baik, untuk mengefektifkan waktu sy buka majelis ini dg membaca bismillaahirrahmaanirrahiim
Ayah Muqiet td sore sy sudah share-kan pengantarnya. Silakan pendahuluan sharing nya pak.

πŸ‘€ Alhamdulillah berkesempatan untuk berbagi dengan Ayah Bunda malam ini dengan tema Inside-Out. Inside-Out adalah sebuah metode yang membuat HE menjadi sangat berbeda dengan konsep pendidikan pada umumnya karena berangkat dari merangsang minat dan rasa ingin tahu individu agar dapat lebih jauh mengeksplorasi sebuah subyek yang diminatinya dengan motivasi dari dalam dirinya sendiri. Inside-Out ini juga sebuah pendekatan yang biasa saya gunakan dalam sesi2 coaching untuk membongkar sebuah mental block untuk kemudian merangsang solusi dari dalam diri coachee sendiri. Sebuah metode sederhana yang dapat kita gunakan dalam berbagai hal dalam kehidupan untuk hasil2 yang luar biasa, termasuk dalam pendidikan anak berbasis fitrah πŸ‘πŸΌ
Demikian pengantar dari saya pak Fikri πŸ˜€πŸ™πŸΌ

πŸ‘© Bunda Rita: Nerabas mental block dg inside out...notedπŸ“
Pak Fikri lg sama Fatimah sepertinya.
Saya take over sementara.
Terimakasih ayah Muqiet. Pembukaan yg mencerahkan.
Kita langsung ke sesi diskusi ya. Pertanyaan boleh langsung di posting on grup.
Yuk ah....silahkan ayah bunda yg mau bertanya, menanggapi. Bagian dari dari inside out lho itu. πŸ˜„

πŸ‘± Mujianto: Assalaamu'alaykum Pak Muqiet. Jumpa kita di siniπŸ™

πŸ‘€ Wa'alaikumsalam. Mangga pak Muji πŸ™πŸΌ

❓Mujianto: Mengenai metode inside out di sini, bila saya perhatikan seperti mirip mirip metode yg biasa dikenal dg  "The Power of Question". Begitu ya Pak?πŸ™

πŸ‘€ Tepat sekali pak πŸ‘πŸΌπŸ‘πŸΌ
The art of question atau Seni Bertanya. Dalam konteks pendidikan anak, seni bertanya berguna untuk merangsang rasa ingin tahu anak2 yang akan menjadi motivasi terdalamnya dalam belajar berbagai hal dalam kehidupan πŸ‘πŸΌ

πŸ‘± Mujianto: Malah baru tahu saya pak. Ternyata sampai bisa begitu yaπŸ˜ŠπŸ™

πŸ‘€ Dan ini tidak hanya dapat digunakan dalam pendidikan anak namun juga dapat kita gunakan hingga dewasa dan dalam berbagai segi kehidupan πŸ‘πŸΌ
Inside-Out dalam konteks pendidikan berbasis fitrah dan bakat adalah memetakan minat dan bakat anak untuk kemudian dibuatkan sebuah kurikulum personal yang sesuai dengan minat bakatnya tersebut, bukan menjejalkan berbagai ilmu/materi/hal2 yg mungkin tidak disukai karena tidak sesuai dengan minat bakatnya.

❓Bunda Lin‬: Sy boleh ikut bertanya ? 😊
Anak pertama saya kelas 1 SMP dari sekarang sdh menyatakan keinginannya untuk melanjutkan studinya nanti ke LN, tp terkadang jd ortu ada kekhawatiran kalau bayangin anak jauh dr ortunya .... Jd gmn ya ?

πŸ‘€ Bunda Lin, kekhawatiran orangtua adalah hal yang wajar, namun jangan sampai menjadi penghalang bagi anak2 kita dalam menemukan peran2 peradabannya. Hal ini wajar bagi kita orangtua yang tumbuh dan besar dalam era pendidikan pabrik bahkan masih tinggal dengan orangtua hingga selesai kuliah, padahal sejatinya seorang anak sudah harus mandiri ketika akil baligh dengan menemukan peran peradabannya yang memenuhi unsur 4E: enjoy, easy, excellent, earn ✅

πŸ‘© Bunda Lin‬: Kebetulan skrg juga sdh tinggal di Pesantren,justru keinginan kuatnya itu termotivasi dari pesantrennya, bkn dari kami ortunya.
Anaknya sih sdh mandiri, tindakannya selaku mengandung alasan kuat yg membuat kami tak mampu menolaknya

πŸ‘€ Bunda Lin, alasan kuat inilah yang kita sebut sebagai motivasi internal dan bisa menjadi energi abadi yang menggerakan anak2 kita dalam menjalani peran2 peradabannya πŸ‘πŸΌ Seni Bertanya dapat digunakan untuk menggali alasan2 kuat setiap individu yang menghalanginya dari sebuah hal atau memacunya untuk melakukan pencapaian2 besar dalam kehidupannya πŸ‘πŸΌ Jika fitrah keimanannya dan fitrah belajarnya sudah tuntas, maka tugas kita sebagai orangtua adalah menemani (bukan menenetukan) mereka menemukan peran2 peradabannya. ✅

❓Abah Fikri: Pak Muqiet proses inside out itu dimulai untuk usia brp? Lalu selain dg "the power of question" adakah cara lain?
Fatimah sll nanya "kenapa" ke ambu nya. Ngadereded (bertubi-tubi) sampe qt binun jawab nya soalna g beres2 ntu pertanyaan kenapa... nya 😁
Nah makanya proses inside out itu bs dimulai untuk usia brp? Lalu selain dg "the power of question" adakah cara lain? Bisi kejadian setelah beranjak jd pemuda g mau tatanya lagi 😭
Pas ketemu keluarga besar suka dikoment "euhh budak leutik tatanya wae". (Ehh anak kecil bertanya mulu) 😭

πŸ‘© Bunda Rita: Itu the power of question jadi menu HE anak kami nih, terutama yg sdh terbiasa praktek dijejali alias out side in. Tiap paki harus buat pertanyaan dan cari jawaban dg segala cara.
Iya abah, waktu kecil" mah gitu. Dah masuk dunia formal, dimana ga semua guru (maaf) dan lingkungan memberikan ruang bertanya untuk anak (karena waktu dan banyaknya berbagi perhatian tentunya), kebiasaan bertanya itu makin padam.
Jadi deh harus dihidupkannya di rumah sama emak bapaknya.
Belum lg budaya bully, yg byk nanya justru kena bully. Diketawain di kelas misal sama teman".
Kecuali sekolah sekolah yg menerapkan konsep ramah anak. Ditekankan pd metode pendekatan kegiatan belajar mengajar.

πŸ‘© Bunda Lin‬: Saya jg mengalami seperti itu abah fikri,pertanyaan yg gk selesai2 ketika diberi jawaban pendek,akhirnya krna sdh cape jawab saya beri jawaban panjang lebar secara ilmiah,dan disiplin keilmuan yg sy punya baru anak selesai bertanya ☺

πŸ‘€ Pak Fikri, inside-out bagi anak2 kami sudah dimulai sejak mereka bisa berkomunikasi dengan orangtua walaupun belum bisa bicara, karena mengenalkan Rabb nya bisa dilakukan sejak lahir dan bagi kami ini adalah bagian dari proses Inside-Out tentang bagaimana menemukan bukti keberadaan Sang Pencipta yang menciptakan mereka. Inside-Out pada usia dini juga dapat dilakukan dengan mengajak anak2 ke alam untuk melihat berbagai bukti kebesaran Sang Pencipta, karena setiap anak akan menemukan hal2 yang menarik sesuai minat bakatnya, ada yang tertarik pada bentuk pohon, ada yang tertarik pada warna daun, atau bahkan ada yang tertarik pada belalang diatas daun. Inilah keunikan setiap anak yang menjadi bekal bagi mereka dalam menemukan peran2 peradabannya kelak. Dengan Inside-Out anak akan dapat lebih cepat menemukan bukti keberadaan (mengenal) Sang Pencipta untuk kemudian masuk pada bab menjalin cinta dengan Rabb-Nya. ✅

πŸ‘© Bunda Rita: Dalem bangeeeeeet. Mencintai Robb sejak sedini mungkin dalam inside out...catetπŸ“

❓Abah Fikri: Artinya proses "inside out" itu ada dlm setiap aktifitas anak ya pak?
Qt Ortunya ngapain? πŸ’πŸ’¨

πŸ‘€ Tepat sekali pak πŸ‘πŸΌ tugas kita sebagai orangtua adalah memberikan rangsangan yang tepat sesuai dengan keunikan anak2 kita dalam pencarian peran peradabannya. ✅

❓Abah Fikri: Boleh minta contoh aktifitas rangsangan u/ anaknya pak?
Siapa tau menginspirasi saat sy berperan sbg guru di sekolah 😊

πŸ‘€ Kita coba ambil contoh kasus yang saya berikan tadi: Ketika kita membawa anak2 ke alam (BBA), kita menemukan bahwa anak kita lebih tertarik dengan belalang diatas daun yang sedang kita tunjukkan karena warnanya yang menarik. Dengan fakta ini, merangsang anak untuk menemukan siapa yang menciptakan belalang jauh lebih efektif daripada mengambil obyek daun yang tidak menjadi pusat perhatiannya. Nah, tugas kita sebagai orangtua adalah menemani mereka dan mengobservasi keunikan anak2 kita agar dapat memberikan rangsangan yang paling tepat untuk menjadi energinya dalam menemukan Rabbnya dan peran peradaban yang telah Allah siapkan bagi mereka. ✅

πŸ‘© Bunda Rita: Tertarik sama belalang, kitanya keukeuh minta dia fokus ke daunπŸ˜…πŸ˜‚. Disini nih mulai subur konflik. Itu kenapa anak gagal fokus (menurut kita), dan mulailah proses melukai fitrah belajarnya yah. πŸ˜“

πŸ‘€ Betul bunda Rita, orangtua yang sudah terbiasa pada konsep Outside-In sering terjebak pada hal2 demikian πŸ™πŸΌ

❓Abah Fikri: Itu die pak, konflik dah... bisa anteng seharian itu mah. Nah brp lama qt berproses dg hal yang anak ingin tahu? Butuh batasan waktu kah? ato sampe anak tuntas dahaga keingintahuannya?

πŸ‘€ Pak Fikri, rasa ingin tahu adalah modal terbaik dari fitrah belajar setiap anak. Sebagaimana kita pahami bahwa anak2 di Indonesia lebih pintar menjawab daripada bertanya. Padahal banyak hal2 besar yang saat ini kita sebut sebagai sejarah monumental atau bahkan solusi terhebat dalam sejarah dimulai dari proses bertanya. Coba kita ingat kisah Nabi Ibrahim a.s. yang bertanya pada ibundanya tentang siapa yang menciptakannya, lalu bagaimana Nabi Ibrahim tetap bertanya dan bertanya pada dirinya tentang matahari, bulan, dan hal lain hingga menemukan Rabbnya. Untuk contoh aktual, coba kita bayangkan bagaimana hadirnya layanan Gojek yang fenomenal saat ini hadir dari sebuah pertanyaan sederhana: "bagaimana agar tukang2 ojek tidak banyak membuang2 waktu dipangkalan ojek dgn sia2?" Silahkan bayangkan hal2 bersejarah/fenomenal lain dan yakinlah bahwa semua itu selalu berangkat dari sebuah pertanyaan, dan pertanyaan, dan pertanyaan2 lainnya untuk merubah zaman dan menjadikan sesuatu lebih baik dari sebelumnya. ✅

❓Abah Fikri: Nah brp lama qt berproses dg hal yang anak ingin tahu? Butuh batasan waktu kah? ato sampe anak tuntas dahaga keingintahuannya?

πŸ‘€ Putri2 kami tidak pernah dibatasi rasa ingin tahunya, mereka dapat bertanya sepuasnya sampai mereka paham atau sampai mereka bosan πŸ˜„ karena sejak awal kami sudah mempraktekan Inside-Out maka kami tidak pernah menyebut anak kami gagal fokus atau tidak bisa berkonsentrasi atas dasar batasan waktu atau kerangka materi. Kami puaskan rasa ingin tahunya dengan menjawab pertanyaan, mengajaknya langsung ke obyek pertanyaan, atau bahkan memfasilitasinya untuk menemukan jawabannya melalui buku atau video2 pendukung yang relevan dengan rasa ingin tahunya. Alhamdulillah, dengan proses Inside-Out yang konsisten kami aplikasikan sejak dini, putri pertama kami, Raiqa (7 thn) sudah sangat senang belajar sendiri, melakukan eksplorasi dan eksperimen untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Bahkan Raiqa sangat aktif melahap berbagai buku yang menarik baginya. Raiqa sangat suka belajar dan membaca, bahkan Raiqa selalu membawa buku yang belum dituntaskannya kemana saja, dan mencoba memanfaatkan setiap waktu yang dia punya untuk membaca dan memuaskan rasa ingin tahunya tsb. Hal inilah yang disebut Ustadz Harry sebagai Fitrah Belajar. Dan ketika kita sudah menuntaskan tahapan ini dengan baik, maka anak akan secara otomatis suka belajar hingga akhir hayatnya. Tugas kita sebagai orangtua tinggal menemani dan memfasilitasi kebutuhan belajarnya. ✅

πŸ‘± Abah Fikri: Alhamdulillah waktu sudah menunjukkan pukul 22.10 sudah wktunya beristirahat. Sharing mlm ini qt cukupkan dl ya. Silakan jika ada penutup (smntr) u/ sharing qt mlm ini pak

πŸ‘€ Inside-Out adalah proses yang sejatinya kita mulai sejak lahir, dimulai saat kita berdialog dengan diri sendiri hingga berdialog dengan orang lain, bertanya tentang berbagai hal yang tidak kita mengerti untuk kemudian menemukan jawaban2 atas setiap sisi kehidupan, dalam sebuah pencarian akan Rabb semesta alam, sebuah pencarian akan jatidiri, dan sebuah pencarian akan peran kehidupan dalam setiap peradaban. Semoga kita tetap semangat dalam perjuangan kita sebagai arsitek peradaban yang dengan sabar dan optimis menemani setiap tahapan fitrah anak2 kita dalam mengarungi samudera kehidupannya menyambut peradaban yang akan datang πŸ‘πŸΌ Selamat beristirahat Ayah Bunda, mohon maaf  lahir batin jika ada salah kata, yang benar dari Allah dan yang salah sudah pasti dari saya πŸ™πŸΌ Jazakumullah khairan katsiran atas pertanyaan dan partisipasinya. Wassalamu'alaikum wr wb.

πŸ‘± Abah Fikri: Baik qt tutup sj sharing qt mlm ini dg membaca hamdalah. Jazaakallah khair Pak Muqiet

⭐πŸŒ™πŸŒ⭐πŸŒ™πŸŒ⭐πŸŒ™πŸŒ⭐πŸŒ™πŸŒ⭐πŸŒ™πŸŒ

#HEbAT
#HEbATJabar
#HEbATCommunity
#HomeEducation
#FitrahBasedEducation #HomeEducationbasedonAkhlaqandTalents 
#AkhlaqandTalents

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meruntuhkan Label : Tidak Cinta Diri

berdamai dengan keadaan..

menyambut Baby T