mengenal diri

Bismillah..

Berawal dari mengikuti matrikulasi IIP, saya kemudian sadar bila sama sekali belum paham apa peran hidup saya, makna hidup saya. Saya menjalani hidup hanya karena harus dijalani, karena sudah semestinya. Akibatnya, tidak ada peningkatan disana-sini, yang ada hanya saya yang semakin hari semakin terpuruk pada rutinitas menjemukan tanpa batas. Saya mudah stres, saya lekas naik pitam, anak dan suami jadi korbannya 😰. 

For Things to Change, I must Change First

Kata-kata bu Septi inilah yang kemudian saya pegang teguh. Saya selama ini mengharapkan orang-orang yang memahami saya, mengharapkan mereka yang berusaha menyamankan saya, tanpa saya berusaha sama sekali. Iya, saya salah besar. 
Pelan-pelan saya mem breakdown diri saya. Perasaan saya, kebutuhan saya dsb. Saya memutuskan mulai dari mengenal diri saya sendiri karena jujur saya bahkan tidak mengenali kelebihan dan kekurangan diri saya. pathetic
Mulailah kemudian dari matrikulasi, saya mengenal temubakat.com sebuah situs pengenalan potensi diri secara sederhana. Hasilnya cukup menunjukkan bahwa saya adalah orang yang senang bersosialisasi. Bertemu atau hanya sekedar mengobrol. Kebahagiaan saya ialah bisa bertemu dan bermanfaat bagi orang lain. Hasil sederhana tersebut yang kemudian mendorong saya untuk mengikuti test yang lebih mendalam mengecek diri saya. bertemulah saya dengan Talents Mapping. Dari TMA lah kemudian saya sadar apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan saya. 
Gali kekuatan, siasati kelemahan
Berbakat BELIEF membuat saya senang bila dapat diandalkan. Maka saya merasa semakin yakin meneruskan tanggung jawab saya saat ini sebagai koordinator IIP wilayah Cirebon Raya (beberapa bulan yang lalu saya sempat ingin mengundurkan diri dikarenakan merasa tidak mampu). Saya ingin menantang diri saya, menggali kekuatan BELIEF saya diposisi ini.

Kelemahan? Suka bergaul bukan berarti saya pandai berkomunikasi. Maka seringkali mungkin cara komunikasi saya kemudian menyakiti orang lain, menyinggung mereka. Sayapun memiliki kecenderungan sulit bicara didepan banyak orang. Ditambah dengan bakat EMPATHY saya yang sebenarnya menjadi kekuatan dan sekaligus kelemahan saya ketika berada di IIP ini. Saya menjadi sosok kurang tegas. Tak bisa berkomunikasi + kurang tegas. Maka baiklah, saya sudah memasukkan niatan mengambil kelas PUBLIC SPEAKING untuk membantu saya menyiasati kekurangan komunikasi saya, dan bergaul dengan teman-teman dengan COMMAND kuat yang membantu saya bersikap tegas bila diperlukan. 

Mengenal diri membuat saya semakin menikmati hidup saya. Hari-hari saya sekarang lebih banyak diisi dengan hal-hal bermanfaat, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun orang lain. Senang karena ada disiplin ilmu yang saya ingin pelajari. Menyenangkan ketika memiliki tujuan hidup.
Bagi mereka yang sudah paham, alhamdulillah ya..kejar terus apa yang menjadi tujuan hidupmu, pastikan sebelumnya apakah ini benar fitrah peranmu di muka bumi.
Bagi orang seperti saya, yang baru paham ketika sudah berkeluarga dan beranak 3, ini menjadi moment belajar saya. Saya serasa lahir kembali. Semakin mensyukuri apa yang Allah beri kepada saya. Suami yang begitu sholeh dan mendukung, anak-anak lucu yang sangat menyenangkan, dan lingkungan teman-teman yang selalu memberikan pelajaran bagi saya. 
Banyak hal-hal baru yang masuk list saya. Hal-hal yang saya tahu pasti semakin mendekatkan diri saya menuju fitrah saya. Manusia Bermanfaat. 

Semoga Allah RIDHO

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meruntuhkan Label : Tidak Cinta Diri

berdamai dengan keadaan..

menyambut Baby T