Apa yang diajarkan?
Biasanya, setelah mengobrol dengan seseorang, saya akan menemukan insight dari hasil obrolan itu. Entah insight itu asalnya dari teman ngobrol, ataupun dari diri saya sendiri.
Saya meyakini bahwa berbagi adalah salah satu cara untuk belajar. Iya belajar memahami dan mengolah pikiran saya sendiri yang kemudian menghasilkan kesimpulan yang saya butuhkan.
Dan iya, malam itu kawan mengobrol saya adalah mba Novi. Mba Novi banyak membantu saya selama ini dalam menemukan kekuatan diri saya sendiri. Membantu saya menyimpulkan dan meringkas benang ruwet di kepala yang selama ini berputar-putar kesana kemari. Malam itu pun begitu, ia membantu saya menemukan cara lain memandang proses Homeschooling keluarga kami.
Semua diawali dengan pertanyaan sederhana.
Lu kenapa HS? Anak-anak udah sampai mana, Ka?
Pertanyaannya sederhana, pendek, tapi bikin emak puter ulang semua bayangan awal ketika memutuskan HS, mengingat kembali proses yang selama ini sudah dilewati, kemudian menarik kesimpulan dari semua itu. Iya panjang ya, padahal nanya gitu doank, kenapa? soalnya mba Novi bukan orang yang mudah dipuaskan dengan hanya sekedar jawaban :D
Dari semua, iyah, alasan-alasan anak ga mau sekolah, HS lebih cocok buat kami yang pindah-pindah, dll, itu ternyata hanya alasan di permukaan. Ada alasan yang lebih kuat, yang kemudian baru betul-betul dikenali saat pertanyaan dari mba Novi muncul.
Kami ingin mengambil tanggung jawab penuh pengasuhan anak. Udah gitu aja. kedengerannya sederhana, tapi PR nya banyaaaakkkk sis
Mbayangin usia Qeela yang sudah 9 tahun, yang mendekati usia aqil baligh aja bikin emak ayah sudah ketar ketir. sudah sampai mana kami persiapkan akal dan tubuhnya menerima status DEWASA?
Dan sekarang mereka sedang gencar-gencarnya membentuk pola pikir. Kenapa begitu kenapa begini. Bukan soal matematika, IPA, Bahasa Inggris. Ini soal Memanage diri, soal Empati, soal memandang hidup, memandang orang lain, memandang masyarakat dll, yang iyah ga ada kurikulum pakemnya selain kebijaksanaan bapak emak menjawab dan membantu mereka membangun pondasi pikiran. Memantaskan diri kami menjadi sosok bijaksana sebagai sumber utama belajar mereka saja sudah jadi pe er berat. Pe er lagi karena 24 jam bareng, emak udah nyontohin apa aj? hehe
Perihal sudah sampai mana belajarnya, jujur susah dijawab secara lugas. Karena iya sih, unschooling macam kami nih jadi bingung karena ga ada panduan lengkap juga untuk penilaian. Jelasnya, goal kami adalah menjadikan anak-anak yang merupakan calon penghuni surga yang selamat dari neraka. Visi yang panjang bila dirinci dalam misi.
Bagaimana jalannya?
semoga Alloh memudahkan niat kami dalam menerima penuh tanggungjawab ini.
Bismillah
Dari semua, iyah, alasan-alasan anak ga mau sekolah, HS lebih cocok buat kami yang pindah-pindah, dll, itu ternyata hanya alasan di permukaan. Ada alasan yang lebih kuat, yang kemudian baru betul-betul dikenali saat pertanyaan dari mba Novi muncul.
Kami ingin mengambil tanggung jawab penuh pengasuhan anak. Udah gitu aja. kedengerannya sederhana, tapi PR nya banyaaaakkkk sis
Mbayangin usia Qeela yang sudah 9 tahun, yang mendekati usia aqil baligh aja bikin emak ayah sudah ketar ketir. sudah sampai mana kami persiapkan akal dan tubuhnya menerima status DEWASA?
Dan sekarang mereka sedang gencar-gencarnya membentuk pola pikir. Kenapa begitu kenapa begini. Bukan soal matematika, IPA, Bahasa Inggris. Ini soal Memanage diri, soal Empati, soal memandang hidup, memandang orang lain, memandang masyarakat dll, yang iyah ga ada kurikulum pakemnya selain kebijaksanaan bapak emak menjawab dan membantu mereka membangun pondasi pikiran. Memantaskan diri kami menjadi sosok bijaksana sebagai sumber utama belajar mereka saja sudah jadi pe er berat. Pe er lagi karena 24 jam bareng, emak udah nyontohin apa aj? hehe
Perihal sudah sampai mana belajarnya, jujur susah dijawab secara lugas. Karena iya sih, unschooling macam kami nih jadi bingung karena ga ada panduan lengkap juga untuk penilaian. Jelasnya, goal kami adalah menjadikan anak-anak yang merupakan calon penghuni surga yang selamat dari neraka. Visi yang panjang bila dirinci dalam misi.
Bagaimana jalannya?
semoga Alloh memudahkan niat kami dalam menerima penuh tanggungjawab ini.
Bismillah
Komentar