Parenting..

Ini agak random sebenarnya..
lagi ngapain trus tetiba pengen nulis apaan..

Hari ini group-group komunitas di WA agak sedikit ramai. Dengan macam-macam kulwapnya yang kebanyakan belum saya baca tuntas (maklumkan dengan kegiatan rumahtangga tanpa ART dengan 3 balita). Kemudian diakhir kulwap, justru banyak sekali diskusi yang malah lebih menarik perhatian saya. 

Seperti halnya diskusi emak-emak pada umumnya, ada yang curhat seputar permasalahan pendidikan anaknya, dan ada pula yang turut rembug memberikan solusi. Selama ini saya hanya sebagai silent reader. Masuk group cuma pagi hari saat absensi. Selebihnya, lebih sering membaca hasil kulwap atau obrolan ibu-ibu itu dimalam hari atau ketika sedang santai kelar menyusui Bia. 

Malam ini, obrolan berlanjut seputar tantrum. Iyak tantrum. Masalah kebanyakan orang tua. Memang kenyataannya tidak semua anak-anak mesti melalui masa tantrum, tapi ya kebanyakan iya.

Saya sendiri, benar-benar mengalami ketika sudah beranak 2. Seingat saya, saat dengan Qeela dulu, komunikasi berjalan smooth. Tanpa permasalahan berarti, tanpa ada tantrum-tantrum. Paling sebatas ngambek biasa. Tapi ketika dihadapkan dengan Tanya, semua berbeda. Tanya berkepribadian beda dengan kakaknya. Ia cenderung keras kepala, kaku, dan ketika tiba apa yang di mau, harus dipenuhi *kemudian mamak ngaca X)
Jadi begitulah, dengan Tanya saya harus banyak sabar. Banyak kuatin kuping sebenarnya. Sempat dulu, hanya karena minta digendong dengan dalih tidak suka sendal yang ada dimobil, Tanya menangis keras dengan bertelanjang kaki tentu saja sambil mengikuti saya dari belakang yang cuek saja karena menolak menggendongnya. Bukan apa-apa, saat itu sedang hamil besar dan banyak yang ingin dibelanjakan, jadi pastinya bakal capek berat kalau berkeliling supermarket sambil menggendong Tanya. Jadi ya sudah, saya biarkan saja. Saya sampai didatangi pak satpam yang menanyakan apa Tanya anak saya. Ehehehe..mendisiplinkan anak terkadang mendatangkan cap 'negatif' pada orang tuanya. 
Alhamdulillah sekarang jauh jauh jauh lebih berkurang, itulah gunanya konsistensi. Ngambeknya Tanya sekarang liat tempat. Dan sudah jarang sekali kecuali ada perpaduan ngantuk, berantem sama Qeela, dan ga nyaman :D. Lika liku dunia per-orangtua-an..

Mempelajari ilmu parenting itu menurut saya perlu sekali ya. Seperti kutipan ngetop itu, didiklah anakmu sesuai jamannya, ilmu parenting pun jelas berbeda dari jaman kita dulu dengan jaman sekarang. Itulah mengapa menurut saya belajar terus adalah kewajiban orang tua. Jaman kita kecil dulu, orang tua kita tidak punya masalah dengan yang namanya anak dan gadget, sekarang? beghh..
Satu jaman, tapi berbeda umur saja ilmunya berbeda. Mendidik anak paud berbeda ilmu dengan mendidik anak pra remaja, dst dst..jadilah nambah lagi alasan pentingnya menambah ilmu. 
Dengan berterbarannya ilmu diluar sana, pandai-pandailah memang kita memilah mana yang sesuai dengan kita, keluarga kita. Karena tiap keluarga adalah unik. Solusi di keluarga satu tidak selalu jadi solusi di keluarga dua. Saya pribadi senang segala hal sebenarnya yang berhubungan dengan psikologi pendidikan, makanya senang-senang saja tahu berbagai masalah dan solusinya. Itulah juga senang berkumpul dengan komunitas-komunitas tertentu yang biasanya mereka saling berbagi ilmu dan pengalaman. Alhamdulillah dikelilingi orang-orang positif yang sangat dermawan membagikan ilmu-ilmunya, atau sekedar menjadi pintu penghubung saya dengan ilmu-ilmu lain diluar sana.

Belajar tak harus disekolah formal kan?

^__^

wassalam..



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meruntuhkan Label : Tidak Cinta Diri

berdamai dengan keadaan..

menyambut Baby T