School for HS facilitator

Sejak pulang dari kunjungan belajar di Salatiga, saya dan paksuami makin merasa butuh belajar sesegera mungkin sebagai fasilitator anak-anak homeschool inih. Secara yah, kami merasa miskin ilmu sekali baik dalam dunia keilmuan umum maupun pendidikan anak. Ntah bagaimana nanti mereka memilih mendapat ilmu dengan atau tanpa pendampingan kami, kami merasa butuh belajar sebanyak-banyaknya dahulu.

Angin segar ketika selang seminggu sepulang dari Salatiga, saya diinfokan seorang teman bahwa pak Dodik dan bu Septi akan mengadakan event bertajuk 'School for Homeschool Facilitator'. Itulah mengapa saya butuh FB saya aktif, karena info-info begini dibagikan di laman FB penyelenggara. Sempat maju mundur cantik untuk mendaftar berkaitan dengan keterbatasan dana akibat sebelumnya baru mendaftar Perak 2016. Dan, kebobrokan pengaturan uang kami juga turut andil kegalauan mamak untuk mendaftar. Tapi karena merasa memang butuh, mendaftarlah suami tanpa diganduli anak istri. Acara ini digadang-gadang khusus untuk keluarga yang sudah benar ber-homeschooling-ria. Tidak untuk yang galau karena acara 3 hari 2 malam ini akan membahas hal-hal praktek tidak lagi seputar pertanyaan ijazah dan remeh temeh lain. Paksuami berharap bisa serius belajar tanpa diganduli bayik yang minta ditemani makan atau main, jadilah kami tidak ikut..dan ada alasan keuangan juga dink :p (dibahas mulu)

Sebulan sebelum acara, para orang tua diberikan pancingan materi selama disana, pra diskusi, melalui group WA khusus peserta. Dan dari 2 diskusi mingguan yang sudah terlewati, otak saya serasa mau pecah. Banyak istilah baru yang sulit saya mengerti namun HARUS saya ketahui. Kejar-kejaran pula karena setiap minggunya ada pe er pelajaran tambahan. Siapa bilang jadi fasilitator itu gampang? TT

Semoga ketika hari H tiba, kami sudah benar-benar paham apa itu pedagogi, andragogi, heutagogi, education 3.0 dan juga sudah paham betul visi misi keluarga kami. Bekal belajar pak suami selama di Salatiga besok 8-10 April.
Saya? Memilih city tour dan liburan 3 hari 2 malam di Semarang dengan anak-anak. Huahaha.

Selamat belajar pak suami...mari liburan anak-anak
^_^

Komentar

Qqie Kudo mengatakan…
semangat ya tikaa. q saluutt utk yang HS, karena menurutq itu hal yang luxurious sekali buat anak kita. Apalagi kmaren habis ikut seminarnya Bu Elly Risman dan beliau juga HS anak bungsunya dan luar biasa beda hasilnya katanya dengan anaknya yang sekolah biasa. Sumpah pengen..hehehe. Sayang sekali q ga punya waktu dan kesempatan. (So Sorry for my son :( )
Kartika Rizki mengatakan…
Mbaaa...ga HS bukan berarti g lebih baik ya mbaa..HS jg bukan selalu jg yg trbaik. Hee. Semua sbnrny trgntung sih. Selama fitrah anak kita jaga tidak trlupakan/terkontaminasi, insya Alloh skolah formalpun baik.
Malah dgn HS sbnrny tnggung jwbnya lbh gde TT, salah langkah dkit aja fatal :(
Makanya sbnrny klo aku bs nemu skolah sesuai visi misi kami, dan anakny mau, mauku sih di skolah aja.hihi..
Doakan y mbaa..saling mendoakan kita, semoga bs jd fasilitator bljr anak yg terbaik buat mreka.. ;)
Anonim mengatakan…
salam kenal mb kartika. suka sama tulisan ini...serasa saya banget..hahahah...sotoy nih.

Postingan populer dari blog ini

Meruntuhkan Label : Tidak Cinta Diri

berdamai dengan keadaan..

menyambut Baby T