Bakat dan Minat

Malam ini yaa..
baru kelar ngikutin webinar mengenai 'Stimulasi Minat & Bakat Anak'
saya jujur ya, malah jadi mikir, minat dan bakat saya apa..
hahaha..kasian ya, segede ini  geje.
Banyak hal yang saya pelajari dari webinar malam ini. Seperti sebenarnya, menemukan bakat dan minat itu susah-susah gampang. Iya ada yang jelas-jelas anaknya menunjukkan apa minat dan bakatnya. Tapi ada juga anak-anak yang doyannya ngerjain hal-hal random. Balik lagi. Eksplorasi.
Dan sayapun baru paham, paparan atas segala hal yang berkaitan dengan minat dan bakat itu terjadi sampai usia remaja. Jadi normalnya bagi mereka-mereka yang belum menemukan minat dan bakatnya dari kecil, masih ada waktu lah sampai remaja. Asal ortunya rajin memaparkan si anak dengan segala hal yang ada di dunia ini.
Trus saya gimana, remaja sudah lama lewat yak, tapi minat dan bakatpun belum jelas :(
produk sekolah formal banget deh ah...
Saya jadi ingat kata-kata mba Shitra Moza..ketika belajar mengenai anka, sebenarnya secara tidak langsung kitapun mempelajari diri kita sendiri.
Semenjak tertarik sekali dengan bidang parenting, saya jadi banyak belajar tentang diri saya. Belajar mengenal diri saya. Bersyukurlah anda-anda diluar sana yang sudah paham diri sendiri, paham minatnya, paham bakatnya. Karena sungguh ya, jadi orang bimbang seperti saya ini ga enak.
Jadi sekarang saya lebih banyak mengikuti keinginan saya, suara hati saya, selama tidak berdosa ya. Dan syukur banget ini punya pak suami yang sama concernnya dengan saya tentang hal-hal seperti ini. Sekarang kami berdua sedang mulai kembali mengikuti keinginan kami, minat kami, barangkali kelak menemukan bakat kami kan yaa.
Si mas cerita jaman kecil ingin sekali jadi astronot karena suka ilmu perbintangan. Dan baru seumur ini, akhirnya minatnya bisa tersalurkan. Minggu lalu baru bikin teropong langit..belum teropong bintang, berhubung masih kurang jauh jangkauannya, ahahaha.. setiap hari siang malam kerjanya ngutek2 itu teropong. Kalo siang dipake buat ngeker pohon :p, malam lumayan lah bisa liat bulan dan kawahnya. Selain perbintangan, doi ingin sekali jadi barista..hahaha kalo ga hamil aja, setiap hari pagi siang malam saya dicekoki kopi aneka jenis dengan aneka cara penyajian. Semoga kelak minatnya bisa jadi ladang duit yaa..aamiiin, warung kopi bang..warung koopiii...
Tapi sungguh saya iri dengan mereka yang bisa menemukan dan menyalurkan minat mereka.
Sejauh ini, saya berminat sekali dengan dunia kebahasaan, kalo boleh pengen les ini itu. Boleh sih, tapi ga ada waktunya :(, jadi masukin ke waiting list dulu saja, kelar anak2 besar. Diluar itu, saya ingin sekali kuliah lagi..jadi guru PAUD, selain suka anak-anak, berinteraksi dengan mereka, saya suka ilmu parenting. Trus, hmm..menjahit?udah lama juga ga buka mesin. Karena memang ga sempet, dan setelah adegan tangan Qeela kejahit, saya jadi agak ngeri. Dijanjikan upgrade mesin yak bang...stelah hebat..kursuskan aku dulu laa...
Semoga ah semoga..dari mencari dan menyalurkan minat dan bakat kami berdua, kami pun bisa menemukan minat dan bakat anak2..
rajin2 exposure saja ya..
ayo ayah..anak2 kita aja ke Kidzania..yuk marreee

NB: suka kata2 mas Aar tadi.. "berbakat sudah pasti berminat, sedang berminat belum tentu berbakat"
macam saya lahh..minat musik tapi tau diri suaranya cempreng ampun dan buta nada..hihihi..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meruntuhkan Label : Tidak Cinta Diri

berdamai dengan keadaan..

menyambut Baby T