Bebas Facebook?
Saat tulisan ini dibuat..saya (sepertinya) sudah seminggu bebas Facebook. Haha penting banget ya tulisan. Soalnya urusan lepas FB ini agak berat bagi saya pribadi. Kenapa? Karena saya menganggap FB sebagai ladang ilmu. Disana lah tempat berjejaring dengan para 'guru' di hidup saya. Banyak tulisan-tulisan yang sungguh menginspirasi.
Namun terlepas dari manfaat FB itulah, saya mendapatkan banyak juga sisi negatif dari FB. Ketika membaca status-status negatif dari kontak saya, mau tak mau saya (gol. orang eksternal) akan mudah saja terpengaruh. Apalagi saya belum kelar berproses membentuk pribadi utuh, jadi ya gitu deh, perjuangan sekali untuk tetap positif dilingkungan negatif.
Alasan saya kemudian diperkuat dengan kenyataan saya jadi lebih sering pegang gadget. Cek timeline lah, baca-baca postingan orang lah, bahkan sampai window shopping, yang kemudian membuat saya sulit lepas dari gadget. Setelah lama berpikir, saya pikir untuk sementara hingga waktu yang tidak ditentukan, saya deaktif FB saya dlu saja. Demi kebaikan jiwa saya (yang galauers :p) sekaligus anak-anak.
Alhamdulillah saya jadi bisa lebih fokus dengan anak-anak. Tidak terlalu sering memegang hp juga. Kemarin sempat sebentar membuka FB lagi karena teringat ada transaksi yang belum saya selesaikan. Sekarang sudah kelar.
Bismillah..doakan istiqomah yaa..
#ODOPfor99days #day18
Komentar
Aku udah staunan lebih puasa sosmed (kecuali twitter) dan ternyata happy dan content aja kok. Agak kurang apdet dikit tapi it's worth it lah. Smangat BuTik..
Aku malah jaraaaang bgt twitteran mba..
Lbh ke IG..tp bukan buat liat2..cm posting sndri..rekam jejak buat ngecek prkmbangan anak2..dan jiwaku..wkwkwk..
Iyahh trnyta bisa ya mbaa..malah jd kmbali ke kehidupan nyata..hee..
Smngattt smngatt