Rasa benci..
Bagi orang yang jati dirinya dipengaruhi oleh eksternalnya, perasaannya akan dengan mudah terbentuk bergantung pada keadaan sekitarnya.
Kemudian saya jadi sadar. Rasa benci pun begitu. Ia muncul dan pergi tergantung bagaimana orang sekitar membentuk diri saya. Ketika mereka mengkomentari negatif sesuatu yang saya lakukan, saya kemudian jadi enggan atau bahkan benci melakukan hal yang sama kemudian. Terlepas dari positif atau negatif kegiatan tersebut. Saya terlalu memikirkan reaksi orang-orang sekitar saya, dan ini bukan hal yang dengan mudah saya hindari.
Hari ini, setelah menyadarinya, saya kembali mengulik trauma saya, mengulik phobia saya, rasa benci saya. Adakah saya lakukan karena dipengaruhi orang lain ataukah murni dari diri saya sendiri..
Seperti halnya hari ini saya jadi membenci memasak dan segala yang berkaitan dengan dapur karena reaksi pihak luar.
Mempelajari diri sendiri, saya jadi mempelajari sekitar saya juga. Bahwa setiap orang tidaklah bisa diperlakukan sama. Tidak akan pernah bisa. Setiap manusia adalah pribadi yang unik. Tidak adil rasanya menyamaratakan semua manusia didunia ini. Karena dengan begitu, kita telah memutus fitrah mereka sebagai manusia yang bertumbuh menjadi pribadi unik mereka masing-masing..
Terimakasih komennya hari ini. Mungkin saya memang tidak pandai didapur. Tapi saya tidak lantas kehilangan fitrah saya sebagai wanita hanya karena membenci segala yang berhubungan dengan dapur (kecuali menghabiskan makanan enak tentunya :p)
Sungguh pelajaran berharga hari ini untuk semakin mengenal diri saya
#ODOPfor99days
#day19
Komentar