Bebas pospak..bismillah

Sudah sejak lahiran Bia, emak sukses tidak berpembalut sekali pakai lagi. Bukan karena belum haid, sudah kok. Saat Bia 3 bulan, mamak akhirnya kedatangan tamu bulanan lagi. Sebelum haid, saya memang sudah meniatkan lepas dari pembalut sekali pakai. Lebih kepada takut efek jangka panjang, baik buat saya ataupun lingkungan (suka miris liat tempat sampah saya kalo ada sampah tersebut). Atas saran seorang teman, saya mencoba si mooncup ntuh. Dan yak, saya jatuh cinta setengah mati. Sangat tidak ribet, praktis, dan yang jelas tidak ada lagi sampah pembalut di tempat sampah kami. 

Nah, tapi ketika memulai untuk anak sendiri, susahnya bukan main. Saya sebenarnya sudah mengumpulkan clodi sejak anak pertama, sudah memiliki sekitar 15 clodi yang menurut saya sebenarnya cukup saja. Tapi kembali lagi, susah yang namanya memulai. Sebelumnya clodi hanya saya gunakan saat terpaksa ketika kehabisan pospak disaat tidak bisa langsung membeli. Ketika akhirnya harus belanja bulanan, pospak lagi-lagi masuk ke dalam list pembelian. Kalau begini kapan total clodi?

Nah kemudian setelah jatuh bangun mencoba, meniatkan, bismillah, sudah sebulan ini saya tidak lagi membeli pospakk..yihaaa. Awalnya memang perlu sedikit repot ya, saya harus langsung membilas clodi bekas pakai Bia agar tidak meninggalkan bau saat dicuci keesokan harinya. Namun lama-lama dari berat jadi terbiasa. Makin kesini saya tidak merasa repot sama sekali. Paling pol saya biarkan menumpuk sampai Bia tidur, kemudian membilas hingga bau atau bekas pupnya hilang. Awalnya juga ada sedikit ketakutan bila tembus saat di masjid, atau saat pergi. Namun ternyata, apabila rajin mengganti, itu kemudian bukan jadi masalah lagi. Ketika pergipun saya tidak mengalami kesulitan. Mengganti, kemudian bekasnya dimasukan ke plastik/waterproof bag, kemudian Bia dibilas dikucuran air (kalo sulit menggunakan tisu basah), dan ganti dengan clodi baru. Ah sungguh ternyata tidak rempong seperti bayangan saya. Sekarang saya sudah boleh bangga kan ya dengan diri saya sendiri, yang mampu melawan kemalasan saya. Bahkan menyesal kenapa tidak sejak anak pertama saya bertotal clodi. Selain jelas lebih irit, saya tidak lagi merasakan rasa bersalah hebat ketika membuat sampah pospak ataupun pembalut.

Mungkin ini suatu hal biasa bagi orang lain, namun tidak bagi saya. Ini salah satu langkah awal saya sebenarnya untuk belajar lebih menyayangi lingkungan. Sebisa mungkin ramah lingkungan untuk nanti diwariskan ke anak cucu kita. Next project, mencuci dengan baking soda.. semoga berhasil!!!

#ODOPfor99days #day16

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meruntuhkan Label : Tidak Cinta Diri

berdamai dengan keadaan..

menyambut Baby T