Kemandirian : Ketika kakak sakit
Hari ini kakak Qeela sakit. Mungkin kelelahan sepulang dari Semarang kemarin. Otomatis, begitu sampai dirumah, fokus mama lebih ke kakak. Pun dalam memenuhi kebutuhan Bia. Hari ini lebih dari 2 kali Bia meninggalkan sedikit jejak air seni dicelananya sebelum akhirnya mengaku bahwa ia ingin pipis. Mama lalai mengingatkan karena kakak Qeela butuh perhatian lebih :(.
Ah, beginilah tantangan membersamai anak-anak. Ketika saya diharuskan memperhatikan lebih dari 1 anak disaat bersamaan. Dan ternyata saya gagal, ada yang perlu dikorbankan. Alhamdulillahnya untuk kakak Anya yang relatif lebih dapat mengurus dirinya sendiri ketika saya harus fokus kepada 2 saudara lainnya.
Makan? nah ini. Dikarenakan kondisi tadi, akhirnya saya menyuapi Bia berbarengan dengan Qeela. Qeela terlalu lemah untuk menyuap makanan sendiri. Bahkan ia butuh ditopang bantal untuk bisa duduk. Saat menyuapi Qeela tadi kemudian Bia datang mendekat meminta makan. Saya yang (ternyata) masih lemas bawaan magh yang seminggu ini menggelayut, akhirnya kalah (lagi) dengan menyuapi Bia T__T
Rasanya tantangan kemandirian ini cukup berat buat saya. Beberapa kali saya hanya bisa melaporkan kegagalan saya. Seperti saat ini. Biarlah postingan ini menjadi cambuk saya untuk terus menyemangati diri melatih kemandirian Bia. Besok ketika kakak lebih baik, kita coba lagi ya Bi..
Rasanya tantangan kemandirian ini cukup berat buat saya. Beberapa kali saya hanya bisa melaporkan kegagalan saya. Seperti saat ini. Biarlah postingan ini menjadi cambuk saya untuk terus menyemangati diri melatih kemandirian Bia. Besok ketika kakak lebih baik, kita coba lagi ya Bi..
#hari5
#tantangan10hari
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbunsayIIP
#gamelevel2
Komentar