Postingan

Mulai lagi..

yang lama terlewati karena waktu yang tak kunjung ada.. akhirnya dimulai lagi.. Semoga kali ini lebih konsisten menyelesaikan tugas-tugas yang kan jadi kebiasaan #bundasayang #IIP #InstitutIbuProfesional #batch3 #ibubelajar #ibuberdaya

"Hidupku tak semudah itu"

"enak ya, suaminya mau ngurusin anak-anak" "Aku kalo jadi dirimu mah enak, anaknya anteng semua" "Cuma mba Tika yang bisa, pembantu pulang sebelum dhuhur, dan anak-anak terkondisikan" "Andai suamiku mau ikutan kelas parenting begitu" Masya Alloh, alhamdulillah kalo dikira hidup ay senang-senang terus. Tapi tenang kawan, biar dirimu ayem, sini ay bisikin. " Hidupku tak semudah itu ". Tidak ada satupun yang instan, semua berproses, dan itulah yang menentukan tingkatan kita di mata Alloh. Saya pernah (dan kadang masih) ngambek-ngambekkan dengan suami karena komunikasi yang menemukan jalan buntu, menangis karena merasa bersalah selepas menyakiti anak-anak, mengeluh pada suami karena merasa lelah membersamai mereka, sakit kepala karena menahan marah melihat polah anak, dsb. Cuma apa gunanya ay jelaskan diluar rumah kan ya. Kami memulai semuanya dari ketidaktahuan. Tidak tahu bagaimana seharusnya menjadi seorang istri, suami, dan juga orangt...

Selalu ada Hikmah

Eaa...yang mulai ngeblog lagi :P Mungkin karena nyari tempat cerita, tapi kayaknya terlalu umum kalo dipajang di IG, apalagi FB. Jadilah blogger dibuka lagi :D ... Jadi, ketika dulu mulai pindah sini, saya seringkali bertanya-tanya maksud Alloh. Saya selalu yakin bahwa apa yang terjadi pada diri saya adalah cara Alloh berkomunikasi dengan saya. Begitulah adanya ketika kami dimutasi ke Mundu. Diawal kepindahan -hingga beberapa minggu lalu-, saya masih mencari-cari makna kepindahan kami kesini. Ntah apa 'tugas' kami disini, ataupun pesan apa yang ingin Alloh sampaikan pada kami. Dan baru beberapa hari ini saya pahami, dan kesimpulanpun baru saya dapatkan pagi tadi. Sebelumnya, saya rasa, as a human being , saya adalah pribadi yang (cukup) baik. Berusaha sebaik mungkin untuk tidak menyakiti orang lain, berusaha membantu bila dibutuhkan, tidak (terlalu) cuek dengan sekitar, berusaha ramah, dll. Ternyata saya SALAH. Alloh seakan-akan menyentil saya, ...

mengenal diri

Bismillah.. Berawal dari mengikuti matrikulasi IIP, saya kemudian sadar bila sama sekali belum paham apa peran hidup saya, makna hidup saya. Saya menjalani hidup hanya karena harus dijalani, karena sudah semestinya. Akibatnya, tidak ada peningkatan disana-sini, yang ada hanya saya yang semakin hari semakin terpuruk pada rutinitas menjemukan tanpa batas. Saya mudah stres, saya lekas naik pitam, anak dan suami jadi korbannya 😰.  For Things to Change, I must Change First Kata-kata bu Septi inilah yang kemudian saya pegang teguh. Saya selama ini mengharapkan orang-orang yang memahami saya, mengharapkan mereka yang berusaha menyamankan saya, tanpa saya berusaha sama sekali. Iya, saya salah besar.  Pelan-pelan saya mem breakdown diri saya. Perasaan saya, kebutuhan saya dsb. Saya memutuskan mulai dari mengenal diri saya sendiri karena jujur saya bahkan tidak mengenali kelebihan dan kekurangan diri saya. pathetic .  Mulailah kemudian dari matrikulasi, saya mengen...

Resume Kulwap HEbaT Jabar : Astronot atau Astronom

✨ Resume Kulwaps Grup HEbAT Community Jabar Raya 📆 Jumat, 20 Mei 2016 👤 Narsum : Pak Abdul Muqiet 🎯 Coach Muqiet 🌏 coach.my.id Host : Abah Fikri & Bunda Rita Notulen: Aby 🌙⭐🌏🌙⭐🌏🌙⭐🌏🌙⭐🌏🌙⭐🌏🌙⭐ SESSION 1⃣ Astronot 🚀 atau Astronom 🔭 Apa yang ada dalam pikiran kita ketika mendengar pertanyaan tersebut? Cita-cita?... Impian?... Atau mungkin Pekerjaan?... Mungkin sebagian kita justru bingung dengan maksud pertanyaan tersebut... Sebagai seorang coach, saya terbiasa mengajukan sebuah pertanyaan untuk mengajak coachee atau subyek untuk melihat sesuatu dari sisi yang berbeda. Dan itulah maksud dari pertanyaan tersebut, mengajak kita semua untuk melihat sesuatu dari sisi yang berbeda. Dalam kesempatan ini saya juga ingin mengajak ibu-ibu semua untuk melihat sebuah hal dari sisi yang berbeda. Masih lekat dibenak kita bagaimana jawaban-jawaban yang kita lontarkan saat kecil dulu ketika ada seseorang yang bertanya tentang apa cita-cita kita ketika besar n...

School for HS facilitator

Sejak pulang dari kunjungan belajar di Salatiga, saya dan paksuami makin merasa butuh belajar sesegera mungkin sebagai fasilitator anak-anak homeschool inih. Secara yah, kami merasa miskin ilmu sekali baik dalam dunia keilmuan umum maupun pendidikan anak. Ntah bagaimana nanti mereka memilih mendapat ilmu dengan atau tanpa pendampingan kami, kami merasa butuh belajar sebanyak-banyaknya dahulu. Angin segar ketika selang seminggu sepulang dari Salatiga, saya diinfokan seorang teman bahwa pak Dodik dan bu Septi akan mengadakan event bertajuk ' School for Homeschool Fa cilitator '. Itulah mengapa saya butuh FB saya aktif, karena info-info begini dibagikan di laman FB penyelenggara. Sempat maju mundur cantik untuk mendaftar berkaitan dengan keterbatasan dana akibat sebelumnya baru mendaftar Perak 2016. Dan, kebobrokan pengaturan uang kami juga turut andil kegalauan mamak untuk mendaftar. Tapi karena merasa memang butuh, mendaftarlah suami tanpa diganduli anak istri. Acara ini d...

Berproses..

Namanya juga hidup, berproses itu pastilah ya.. Masa mau segitu-segitu aja kualitasnya, masa mau itu-itu aja bisanya, begitu jugalah dengan saya. Dulu mungkin saya belum terlalu pandai memaknai hidup, sekarangpun masih  belum. Namun sudah lumayan lah bisa menggeser sedikit sudut pandang, sudah 27 tahun, jeh :p Saya baru merasa benar-benar mengalami naik turun kehidupan ketika saya memutuskan menikah. Saya baru 20 tahun kala itu, jelang 21 sebenarnya. Bisa dibayangkan, saya sedang pada puncak keras kepala saya. Saya merasa bisa melakukan apapun, saya merasa sudah jadi orang 'dewasa', saya sudah punya titel baru (istri) dan lain sebagainya. Yang jelas saya merasa superior dibanding kawan-kawan saya. Namun kemudian memasuki biduk pernikahan bukanlah perihal mudah. Untuk kemudian bisa mengalami ketenangan batin saat inilah, saya harus mengalami naik turun proses pendewasaan diri saya. Saya mengalami yang dialami pengantin baru kebanyakan. Sebagai contoh, masalah deng...