Mari bermain peran ^__^
Seperti biasa, di malam hari ketika bercengkrama bersama, salah satu yang kami lakukan adalah membaca buku. Malam ini giliran ayah yang bertugas bercerita. Buku terpilih malam ini ialah buku Nabi-nabi. Dan kisah terpilih yaitu kisah dimana Nabi Ismail diminta Nabi Ibrahim menceraikan istrinya.
Tidak seperti malam-malam sebelumnya yang proses penyampaiannya hanya dengan bercerita biasa, malam ini ayah mencetuskan proyek bermain peran berdasarkan bahan bacaan kami malam ini. Anak-anak tentu saja menyambut dengan antusias. Ah ya, ayah memang paling pintar membuat sesuatu nampak lebih menarik.
Maka malam ini, mama berperan sebagai istri Nabi Ismail, Anya mengambil peran sebagai Nabi Ismail, sedangkan Qeela memilih menjadi Nabi Ibrahim. Ayah dan Bia cukup sebagai penonton setia kami :D
Maka malam ini, mama berperan sebagai istri Nabi Ismail, Anya mengambil peran sebagai Nabi Ismail, sedangkan Qeela memilih menjadi Nabi Ibrahim. Ayah dan Bia cukup sebagai penonton setia kami :D
Semua berjalan sangat menyenangkan. Penuh tawa. Anak-anak belajar memerankan sesuatu berdasarkan apa yang diceritakan. Tentu saja, proses seperti ini, tanpa sadar membuat mereka lebih mudah mengingat apa yang kami ceritakan tadi.
Usai berperan, banyak pertanyaan diajukan. Dan tertebak lah apa yang paling banyak ditanyakan, CERAI. Proses berkisah menjadi malam diskusi yang menyenangkan. Alhamdulillah. Semoga hari ini barokah, dan semakin menyemangati kami untuk proyek-proyek didepan
#tantangan_hari_ke3
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Komentar