Membuat bantal Boneka

Beberapa waktu belakangan, Qeela berkali-kali meminta saya membantunya membuat boneka kain. Dan kemarin ketika ke Cirebon untuk berbelanja kebutuhan melukis, ia sekaligus membeli kain flannel untuk dibuat boneka nanti ketika tiba dirumah.


Pagi tadi, ia sudah bersiap dengan perlengkapannya.
 'Ayo mama, katanya mau bikin proyek membuat boneka'
Baiklah, kali ini saya biarkan ia mencoba. Ia mulai dengan menggambar pola tubuh boneka dikain flannel yang kemarin dibeli. Tanpa petunjuk apapun, karena ia memang kekeuh sudah paham. Namun begitulah, praktek tidak semudah teori. Selang sebentar ia menyerah nyaris menangis.
'Susah mama, Qeela ga bisa gunting jari-jarinya. Kekecilan."

Maka baiklah, saya izin untuk mengajarinya sedikit yang saya lebih tau dari dia. Maka ia izinkan. Saya belum pernah membuat boneka sebelumnya, namun saya tau bahwa untuk membuat boneka dibutuhkan skill menjahit yang sudah lebih baik. Maka saya tawarkan proyek kali ini berganti dengan belajar membuat bantal untuk bonekanya terlebih dahulu. Ia setuju, alhamdulillah.

Semangat penuh ia kemudian membongkar kardus kain perca saya untuk menemukan kain yang cocok dijadikan bantal. Ia kemudian saya arahkan membuat pola terlebih dahulu dengan menggunakan buku sebagai cetakannya. Dari sana, ia memulai proses belajar menjahit setelah sebelumnya menyetrika calon bantalnya terlebih dahulu untuk memudahkan proses selanjutnya yaitu menjahit.

Ini adalah pengalaman pertama Qeela menggunakan mesin jahit. Sebenarnya, mesin jahit sudah tidak asing baginya. Namun, saya melarang anak-anak untuk mendekati mesin jahit setelah sekitar 3 tahun lalu Qeela harus saya larikan ke UGD dikarenakan jarinya tanpa sengaja terjahit dan jarum sukses menembus jari jempolnya. 

Oleh karena itu, kali ini saya agak sedikit lebih was-was ketika ia memulai menggunakan mesin jahit. Sebisa mungkin saya tidak terlalu terlihat panik demi memberinya ruang belajar yang cukup. Keamanan sebisa mungkin sudah saya usahakan yang terbaik. Ketika akhirnya dengan takjub saya akui ia berhasil menjahit garis lurus dipercobaan pertamanya. 

Usai dengan proses menjahit, dilanjut dengan mengisi sarung bantal dengan dakron. Ia semangat mengisinya hingga empuk menurutnya. Kemudian menjahit sisi bantal yang masih terbuka. Kegiatan ditutup dengan memberikan aksen kancing sebagai pemanis bantal.

Malam ini, ketika saya bertanya apa kesan yang didapat dari membuat bantal tadi, dengan santai ia menjawab,

"Qeela suka bikin bantal mama, walau agak susah"




#tantangan_hari_ke_5
#kelasbunsayIIP3
#game_level_3
#kami_bisa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meruntuhkan Label : Tidak Cinta Diri

berdamai dengan keadaan..

menyambut Baby T