pelajaran dari kalimat sederhana

'Jangan ungkit-ungkit apa yang sudah mama lakuin. Pahalanya lebur. Sayang kan sudah capek-capek, tapi ga ada pahalanya sama sekali..'

Saya tertohok. Nasehat sederhana dari suami benar-benar menyadarkan saya. Hal yang seringkali kita lupakan ini sebenarnya suatu yang krusial. Bukankah keinginan kita selama didunia ini untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya sebagai bekal diakhirat. Lantas bagaimana bila usaha kita selama ini pada akhirnya tidak diganjar pahala hanya karena mengungkit sedikit saja, tanpa kita sadar.

Akhir-akhir ini saya sedikit lelah. Bolak balik sakit ditambah kemudian anak-anak ikut-ikutan sakit. Sedangkan suami harus ke lokasi. Berangkat subuh pulang malam, nyaris tiap hari. Mungkin bila dihari-hari biasa, dengan kondisi saya yang baik-baik saja, insya Alloh saya tidak mengapa ketika harus mengurus ketiga anak yang sedang tidak enak badan. Tapi ini berbeda karena saya sendiripun sedang sakit. Jadi kemudian ketika suami pulang, saya agak kebablasan. Kebablasan manja, mengeluh kesana kemari atas apa yang sudah saya alami seharian itu. Anak muntah, anak ga mau makan, Shabia yang rewel minta digendong terus, saya yang karena sariawan jadi tidak bisa makan sama sekali, lemas, pusing dan sebagainya. Suami saya tak banyak berkomentar, hanya memijat punggung saya sembari berucap 'sabar'. Puncaknya saya jadi tetiba tidak mau memegang anak-anak saya. Tidak mau mengurus mereka sama sekali. Saya mau dikamar saja, memegang gadget. Suami yang baru pulang dari lokasi, langsung mengambil alih anak-anak. Mengurus mereka, menggendong Bia yang menangis tiada henti, menyuapi anak-anak dll. 

Berjam-jam berlalu dan saya baru sadar. Betapa lelah pastinya suami saya harus berangkat kerja dari subuh hari, pulang baru malam, kemudian langsung dihadapkan dengan urusan rumah, ditambah istri yang cemberut dan acuh. Ketika anak-anak sudah beranjak tidur, saya pun meminta maaf sembari (tetap!) meminta pengertiannya karena saya lelah dan bla bla bla. Kemudian ia pun berkomentar seperti diatas. Sedikit tapi menohok. Cukup sedikit untuk membuat saya terdiam lama. Menelaah kata-katanya. Ah, saya lalai. 

Pak bos, bila baca, Jazakallohu khoiro pelajaran lewat nasehatmu. kalimat biasa namun cukup membuat adek banyak berpikir, banyak mengingat-ingat betapa seringnya tanpa sadar mengeluh. Astaghfirulloh. Semoga kelak tidak terjadi lagi yang begini. Pahala selama ini tak terlalu banyak, tapi berkurang terus karena mengungkit-ungkit.


#ODOPfor99days #day11

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meruntuhkan Label : Tidak Cinta Diri

berdamai dengan keadaan..

menyambut Baby T