Reward untuk anak: perlu atau tidak?

Pagi ini group whatsapp homeschooling ramai. Bahasan ibu-ibu kali ini seputar reward untuk anak, dan banyak sekali komen-komen pendapat dari beberapa teman. Perbedaan itu biasa dalam diskusi kami karena kami juga paham bahwa pelaku homeschooling memiliki rules masing-masing dalam keluarga mereka, begitu juga saya dan suami.

Kami berdua sepakat untuk tidak terlalu membiasakan anak-anak dengan reward untuk hal-hal baik yang mereka lakukan. Jadi bukan saklek untuk meniadakan reward ya, hanya saja meminimalisir, apalagi yang berupa materi. Menurut kami, reward diberikan diakhir dan tidak dijanjikan diawal, karena nantinya menjadi sogokan :p. Untuk setiap hal baik atau menyenangkan yang mereka lakukan, kami beri cium/pelukan. Bisa juga dengan jempol untuk menunjukkan bahwa kami senang dengan apa yang mereka lakukan.

Ketika pada saatnya kami memberikan reward berupa benda, biasanya benda tersebut adalah hal yang memang mereka butuhkan. Bisa berupa pakaian atau permainan edukatif. Itupun kami bahasakan sebagai tambahan rejeki dari Alloh. Biasanya saya akan bilang 'Alhamdulillah Alloh kasih rejeki lebih dan minta mama untuk ngebeliin baju baru buat Qeela dan Anya. Kata Alloh, Qeela Anya sudah jadi anak sholeha yang nurut mama ayah'. Kata-kata tersebut menurut saya cukup ampuh ya untuk memberlakukan sistem reward sekaligus membiasakan bersyukur pada Alloh. Saya sendiri melihat positif pada Qeela. Ia jadi anak yang jarang meminta, senang berlaku baik, ketika apa-apa yang dia inginkan tapi belum kami belikan, ia malah mendoakan supaya kami diberi rejeki lebih oleh Alloh kalau tidak ya mengajak kami menabung bersama :D. Untuk saya, saya merasa anak-anak juga lebih mudah diajak kerjasama. Ntah apa hubungannya. He.

Jadi, itulah sistem reward dalam keluarga kami. Ada keluarga yang menggunakan sistem stiker bintang, itu bisa juga. Hanya saja saya ckup malah, jadi bintang di ganti pelukan dan ciuman, toh skaligus mrnghangatkan hubungan. Sekali mendayung 2 3 pulau terlampaui.

#ODOPfor99days #day12

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meruntuhkan Label : Tidak Cinta Diri

berdamai dengan keadaan..

menyambut Baby T