pengalaman menjadi Host Kuliah Whatsapp

Semenjak awal Januari kemarin, kepengurusan admin group whatsapp Institut Ibu Profesional Cirebon Raya (disingkat IIPCR) diserahkan pada pengurus baru. Satu-satunya warga Indramayu yang ada di group kemudian membuat saya akhirnya mau tidak mau harus mau didaulat menjadi koordinator wilayah Indramayu yang secara otomatis memasukkan saya kedalam jajaran admin group.Sungguh ya, ini perdana bagi saya diminta menjadi admin group besar seperti IIPCR. IIP sendiri termasuk salah satu komunitas ibu-ibu terbesar di Indonesia. Terbayang kan menjadi koordinator ibu-ibu hebat padahal saya jauuuh sekali dari kata 'hebat'.

Biasanya, kami para admin mengatur pengadaan kuliah whatsapp (kulwap) tiap bulannya. Mulai dari memutuskan siapa yang kiranya cocok menjadi narasumber, menghubungi dan nego waktu dengan narasumber, terkadang menentukan tema atau judul smpai dengan mengatur jalannya kulwap. Dan malam ini kami alhamdulillahnya bisa mengadakan kulwap perdana ditahun ini dengan narasumber ibu Yanti Tanjung penulis buku 'Menjadi Ibu Tangguh'. Beliau dengan baik hati mau meluangkan waktunya mengedukasi kami para ibu dengan judul 'Fokus pada Tujuan'. 

Saya tidak dalam rangka menulis isi kuliah whatsapp serta diskusinya disini ya. Jadi maaf bagi yang menunggu. he. Balik ke cerita. Nah, jadi dikarenakan ini menjadi kulwap perdana kami ditahun 2016, dapukan sebagai co-Host, Host, dan Notulen dipegang oleh para admin untuk selanjutnya biasanya akan digilir kepada seluruh peserta group dalam rangka melatih diri memimpin suatu acara. Dan malam ini saya didaulat sebagai Host. Awalnya saya pikir bakal kebagian notulen, karena saya rasa ada mba-mba admin lain yang lebih berpengalaman daripada saya. Qodarulloh. Mba Zakiyah ada urusan yang menjadikan beliau tidak bisa selama sejam penuh menghadap layar HP untuk memandu acara dan mba Endah yang juga sepertinya ada urusan. Jadi kemudian, saya lah yang ditunjuk. Posisi saya sendiri sebenarnya dalam keadaan sakit, Bia pun sedang baru terkena flu ya, jadi agak rewel sebenarnya. Tapi setelah dipikir, keadaan saya memang yang paling memungkinkan menjadi Host, jadi yasudahlah, bismillah. 

Alhamdulillahnya punya suami yang sangat pengertian bin mendukung (Jazakallohu khoiro, bang!). Jadi urusan megang anak-anak dan juga Bia bisa diserahkan padanya. Pak suami juga malah membantu saya menemukan kata-kata yang tepat dalam memandu acara. Dukungan penuh untuk istrinya yang sedang belajar.

Mungkin bagi sebagian orang, memandu jalannya acara diskusi adalah hal yang mudah. Namun bagi saya, ini hal baru. Saya sama sekali tidak punya bayangan atau pengalaman di bidang ini. Offline ataupun Online, saya tidak pernah berurusan dengan memandu diskusi secara resmi. Namun alhamdulillah, walo sempat ada beberapa kekurangan semisal lupa mempersilahkan narasumber menjawab (yang kemudian saya di Japri mba Zakiyah bagaimana seharusnya memandu), sampai dengan lupa meminta narasumber memberikan sepatah dua patah kata sebagai penutup. Ditambah lagi tiba-tiba mba Endah yang menjadi Notulen tidak muncul diakhir diskusi, jadilah saya yang harus menutup kulwap malam ini. Dengan banyak sekali kekurangan. Namun saya puas. Saya puas pada diri saya yang berani melakukan suatu hal yang baru (yang jarang mau saya lakukan). Saya tipe orang yang tidak terlalu suka melakukan hal diluar rutinitas saya, Jadi ketika saya harus melakukan hal yang sama sekali baru, saya menghindar. Tapi malam ini saya berhasil mengalahkan diri saya. Saya mulai berani keluar dari comfort zone. Saya belajar bernegosiasi, belajar menerima saran dan kritik, belajar bicara didepan banyak orang. Saya bangga pada diri saya sendiri. Semoga ini bisa menjadi pintu masuk saya untuk dunia baru saya. Belajar lagi belajar terus..

Bismillah..

#ODOPfor99days #day10

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meruntuhkan Label : Tidak Cinta Diri

berdamai dengan keadaan..

menyambut Baby T