Postingan

Meruntuhkan Label : Tidak Cinta Diri

Bismillah  Postingan ini dibuat sebagai bentuk apresiasi proses diri yang masih akan terus berlanjut Sudah sejak lama saya ngeh kalo masalah saya itu di manajemen diri. Terkait emosi, pola pikir, dan bagaimana saya memandang diri. Saya dulu punya kecenderungan menyalahkan diri atas segala hal yang tidak sesuai dengan yang seharusnya. Misalkan ketika ada sesuatu hal buruk yang terjadi, saya akan banyak tenggelam pada proses perenungan yang akhirnya menyalahkan diri. Ya Alloh salah saya apa? apa yang perlu saya perbaiki? dan masih banyak pertanyaan lain L ho itu kan bagus? iya bagus. Salahnya saya adalah terlalu tenggelam pada proses ini. Tenggelam pada rasa sedih, alih-alih berdiri dan belajar dari kesalahan tersebut. Jadi lah sibuk utek-utek di menyalahkan diri aja, bukan kemudian memperbaiki atau menganggap bahwa itu proses Alloh mendidik saya. Dan saat itu, proses belajar saya baru sampai situ. Berlanjut lagi naik tingkat, saya belajar bahwa menyalahkan diri adalah...

Apa yang diajarkan?

Biasanya, setelah mengobrol dengan seseorang, saya akan menemukan insight dari hasil obrolan itu. Entah insight itu asalnya dari teman ngobrol, ataupun dari diri saya sendiri. Saya meyakini bahwa berbagi adalah salah satu cara untuk belajar. Iya belajar memahami dan mengolah pikiran saya sendiri yang kemudian menghasilkan kesimpulan yang saya butuhkan.  Dan iya, malam itu kawan mengobrol saya adalah mba Novi. Mba Novi banyak membantu saya selama ini dalam menemukan kekuatan diri saya sendiri. Membantu saya menyimpulkan dan meringkas benang ruwet di kepala yang selama ini berputar-putar kesana kemari. Malam itu pun begitu, ia membantu saya menemukan cara lain memandang proses Homeschooling keluarga kami.  Semua diawali dengan pertanyaan sederhana. Lu kenapa HS? Anak-anak udah sampai mana, Ka? Pertanyaannya sederhana, pendek, tapi bikin emak puter ulang semua bayangan awal ketika memutuskan HS, mengingat kembali proses yang selama ini sudah dilewati, k...

Anya dan ketiadaan Qeela

Setelah kemarin dengan OHAYO, kali ini dengan sebuah kursusan bahasa Inggris.  Emak nampaknya ngajakin anak-anak trial mulu ya? hee..lebih kepada kami merasa Qeela dan Anya sudah seharusnya mulai dipisahkan satu sama lain. Anya belajar tanpa Qeela dan begitu pula sebaliknya.  Anak HS seperti Qeela dan Anya, dengan umur yang nyaris sama dan kegiatan yang serupa, jelas membuat mereka bagai tak terpisahkan. Positifnya, mereka jarang kesepian. Negatifnya, mereka terlalu tergantung satu dengan yang lainnya. Yang paling terdampak ialah Anya. Ia sebenarnya memiliki kepribadian yang cukup mengagumkan. Sayangnya ketika diluar rumah, kharismanya tertutupi oleh kepribadian bersinar Qeela. Anya nampak seperti pengikut Qeela dan jarang memutuskan sesuatu sendiri. Balik ke cerita awal. Itulah kemudian kami memutuskan memisahkan mereka melalui kegiatan yang berbeda. Anya kami trialkan sebuah tempat belajar Bahasa Inggris dengan hari trial dan level yang berbeda dengan Qeela. ...

trial di OHAYO Drawing School Cirebon

Gambar
Bismillah Sebenarnya, sudah cukup lama saya memperhatikan bahwa anak-anak memiliki ketertarikan lebih kepada dunia gambar-menggambar juga mewarnai. Hari-hari mereka diisi dengan menggambar atau merwarnai. Tumpukan kertas dirumah kami, dari kertas bekas hingga berbelas buku gambar yang menumpuk dipojokan ialah karya mereka. Iya, mereka menyukainya, sayangnya emak bapaknya sama sekali tidak nyeni .  Dan setelah obrolan panjang antar saya dan suami, kami dan anak-anak. Kemudian tercetuslah mencoba mencari sumber belajar lain. Sayangnya sungguh tidak mudah mencari tempat belajar yang sesuai dengan kami. Kami -saya terutama- tidak terlalu setuju bila cara menggambar atau mewarnai diajarkan menggunakan pakem tertentu. Mewarnai harus begini, menggambar harus begitu dsb yang bukannya meningkatkan malah sebaliknya membatasi kreatifitas anak. Maka kemudian pencarian banyak menemukan jalan buntu. Sempat mencari klub gambar yang hanya menjadi media berkenalan dengan teman-teman ba...

Day 3 travelschooling : Jatim Park 2 dan Eco Green Park

Hari yang ditunggu datang juga. JTP adalah destinasi utama liburan kami dalam roadtrip kali ini. Oh ya, malam pertama di Batu itu agak diluar perkiraan. Kami yang biasanya ditempat panas, terbangun dengan tubuh menggigil padahal penginapan kami tanpa pendingin ruangan. Kenapa saya kaget, karena seingat saya 3 tahun lalu saat terakhir kesini, cuaca tidak seadem ini. Mungkin karena musim hujan. Lanjut.. Pagi usai bersiap dan sarapan, kami langsung beranjak ke JTP 2 dan Eco Green Park yang posisinya bersebelahan. Kami tiba 30 menit sebelum pintu masuk dibuka sehingga kami punya cukup waktu untuk mempersiapkan kondisi anak-anak, pakai nyasar pula beli tiket msuknya. Hahaha. Overall, kami masuk sejak pintu dibuka. Destinasi pertama ialah Eco Green Park. Si mba penjaga loket yang menganjurkan mendahulukan EGP berhubung jam tutupnya lebih cepat. Maka OK lah kami masuk. Di EGP kami disambut kolam ikan besar dan juga burung Flaminggo. EGP menurut saya memiliki konsep yang cukup...

Day 2 travelschooling : Museum Manusia Purba Sangiran

Pagi di Solo,usai sarapan, kami langsung bergerak menuju tujuan utama kami ketika memilih rute roadtrip ini, Museum Manusia Purba Sangiran. Bagi penggila museum seperti Qeela, inilah yang paling ia tunggu-tunggu. Girang bukan main ketika akhirnya kami sampai di museum tersebut. Menurut kami, museumnya cukup apik dengan informasi yang mumpuni perihal manusia Purba. Ada ruang display dan ruang multimedia. Bila punya cukup banyak waktu, bisa mengunjungi situs penggaliannya pula di desa sekitar museum.  Sayangnya kami salah memilih hari. Hari minggu menurut kami adalah hari berkunjung museum yang tidak efektif. Saat kami berkunjung tadi, kami berbarengan dengan beberapa rombongan sekolah. Bahkan kami tidak kebagian guide maupun kursi untuk menonton video di ruang multimedia 😯. Menjadi catatan kami di next kunjungan sepertinya. Apalagi tadi kami belum sempat berkunjung ke situs penggalian. Dari Sangiran, perjalanan dilanjut menuju Batu, Malang. Perjalanan yang awalnya diper...

Day 1 Travelschooling : Roadtrip to the East

Alhamdulillah, ditengah perjalanan kami, saya masih disempatkan Alloh untuk menulis laporan ini. Pagi tadi pukul 06.00 WIB perjalanan kami dimulai dari rumah di Mundu, Indramayu. Perjalanan relatif lancar, anak-anak yang dari subuh diminta mandi dan sarapan, begitu jalan langsung tertidur. Baru terbangun menjelang sampai di Pekalongan. Kesempatan tidak dibiarkan percuma, sesaat kami langsung membahas tentang batik Pekalongan. Sebelumnya anak-anak sudah pernah berkunjung ke Museum Batik di Yogya, maka sudah sedikit banyak mengenal ciri khas batik Yogya yang kemudian memudahkan saya membandingkan dengan batik Pekalongan. Dan diakhir melewati Pekalongan, anak-anak seru menatap pertokoan sepanjang jalan, mencari wujud batik Pekalongan yang barangkali dipajang dan terlihat mereka. Sayangnya karena diburu waktu, kami tidak sempat mampir di pasar Batik. Insya Alloh saat pulang nanti. Sebelumnya anak-anak sudah paham bahwa travelschooling kali ini akan dijournalkan dalam bentuk vi...

packing yukk!!

Seharian ini saya berkutat dengan mensortir pakaian yang akan dibawa (memakan waktu paling lama). Mengecek ulang bawaan dengan list yang sudah dibuat mengulang-ulang rencana perjalanan dengan suami dan lain sebagainya.  Anak-anak saya minta memilih pakaian yang akan mereka bawa, sebisa mereka, yang sisanya masih saya bantu, dilanjut dengan membersihkan dan menyiapkan keperluan lainnya seperti sepatu, buku-buku dan juga mainan. Menjelang maghrib, barang-barang yang akan saya bawa sudah siap di tasnya masing-masing. Tantangan selanjutnya ialah mengatur segala barang bawaan tersebut untuk cukup dan masih nyaman didalam mobil. Keliatannya mudah, namun menurut saya dan suami, butuh trik khusus agar kita penumpangpun tetap nyaman selama perjalanan, mengingat perjalanan menuju Malang adalah 2 hari 1 malam.  Sebelumnya, saya sudah memisahkan tas yang berbeda menurut tempat kami singgah. Tiap tas sudah berisi sejumlah keperluan kami sekeluarga untuk bermalam ditempat terse...

persiapan roadtrip

Lusa insya Alloh roadtrip dimulai. Pagi tadi kami memulai dengan membuat List barang bawaan kami. Anak-anak ikut serta mengingatkan saya akan barang-barang yang mereka butuh bawa selama dalam perjalanan. Mulai dari pakaian, mainan, obat-obatan, bahkan hingga jumlah bantal guling yang perlu di bawa :D Karena ini ialah perjalanan terpanjang kami setelah Bia lahir, maka sepertinya kami butuh kondisi mobil yang nyaman bagi anak-anak selama perjalanan. Maka, siang tadi, kami (minus si ayah yang kerja) beranjak ke Cirebon mencari toko yang menjual kasur custom . Rencananya, kasur akan diletakkan dibagian belakang mobil sebagai tempat tidur anak-anak selama dijalan.  Kali ini, anak-anak punya andil besar dalam memilih kasur yang pas. Ketebalan dan kenyamanan yang mereka harapkan. Tidak lupa memilih motif seprei yang akan digunakan untuk kasur tersebut. Oh ya, pilihan kami jatuh pada kasur lipat. Dipikir-pikir kami memang belum punya, dan akan sangat berguna ketika kami kelak kemp...

Menemani Mama

Memasuki hari ke 7, alhamdulillah masih bisa lanjut posting. Hari ini proyek dirumah cukup sederhana. Yakni menemani saya keluar rumah, ke Cirebon tepatnya. Wah, menemani mama bisa jadi proyek? Bisa donk! Apa saja bisa jadi proyek. Malah kemudian akan semakin seru dan menyenangkan bila diembel-embeli proyek. :) Hari ini, saya sudah punya agenda untuk ke Cirebon, rapat dengan teman-teman IIP Cirebon. Maka kemudian untuk membuat kegiatan menemani mama lebih menyenangkan, maka saya mengajak anak-anak menjadikan ini sebuah proyek dan semoga saja diakhir proyek ada pelajaran yang bisa diambil. Semalam, saya sudah mengkomunikasikan dengan anak-anak perihal rencana ke Cirebon. Apa saja yang akan saya lakukan, dan apakah anak-anak berkenan menemani. Mereka setuju tentu saja. "Kita kan gerbong dan mama lokomotifnya, jadi kita ikut kemana saja mama pergi," balas Qeela. Sepagian tadi kami berangkat dari rumah mengingat rapat dimulai pukul 10 pagi. Sesampai di Cirebon, k...

Proyek besar kami

Alhamdulillah, beberapa hari ini agak kesulitan posting via HP karena belum punya aplikasi blogger. Dan kali ini sudah berhasil install. Bismillah semoga cucok ya. Oh ya, hari ini kami sekeluarga tidak memiliki proyek harian. Namun, kami mempersiapkan proyek besar bulan ini. Yup, kami berencana melakukan roadtrip ke Jawa Timur. Kota manakah? Untuk tujuan utama ialah ke Malang. Berniat menengok sepupu baru anak-anak sekaligus menjajal tempat wisata disekitarnya. Sudah kami rencanakan roadtrip ini sejak dari akhir tahun, kami menanti libur sekolah usai agar menghindari macet dan juga kepadatan ditempat wisata. Dan karena rencana roadtrip dimulai akhir minggu ini dan juga (akhirnya) pengajuan cuti ayah disetujui, hari ini baru benar-benar kami mulai bahas perihal roadtrip ini. Sejauh ini, bahasan baru seputar travelschooling. Apa tugas yang didapat anak-anak selama perjalanan. Disepakati bahwa anak-anak diakhir trip akan membuat video perjalanan yang mana video s...

Membuat bantal Boneka

Gambar
Beberapa waktu belakangan, Qeela berkali-kali meminta saya membantunya membuat boneka kain. Dan kemarin ketika ke Cirebon untuk berbelanja kebutuhan melukis, ia sekaligus membeli kain flannel untuk dibuat boneka nanti ketika tiba dirumah. Pagi tadi, ia sudah bersiap dengan perlengkapannya.  'Ayo mama, katanya mau bikin proyek membuat boneka' Baiklah, kali ini saya biarkan ia mencoba. Ia mulai dengan menggambar pola tubuh boneka dikain flannel yang kemarin dibeli. Tanpa petunjuk apapun, karena ia memang kekeuh sudah paham. Namun begitulah, praktek tidak semudah teori. Selang sebentar ia menyerah nyaris menangis. 'Susah mama, Qeela ga bisa gunting jari-jarinya. Kekecilan." Maka baiklah, saya izin untuk mengajarinya sedikit yang saya lebih tau dari dia. Maka ia izinkan. Saya belum pernah membuat boneka sebelumnya, namun saya tau bahwa untuk membuat boneka dibutuhkan skill menjahit yang sudah lebih baik. Maka saya tawarkan proyek kali ini berganti denga...

Melukis dikanvas? Siapa takut :)

Qeela dan Anya sehari-hari senang sekali menggambar. Entah sudah habis berapa banyak buku gambar ataupun kertas bekas yang sudah mereka karyakan. Apakah bakat? Saya belum melihat ke arah sana, namun yang pasti saya hanya berusaha menfasilitasi apa yang mereka sukai saat ini. Selama tidak merugikan diri sendiri juga orang lain ataupun melanggar hukum.  Maka pagi ini, saya mengajukan tantangan buat mereka untuk membuat proyek mencoba media gambar yang lain, yaitu kanvas. Mereka yang belum ngeuh, setuju saja..selama itu menggambar :D Menjelang siang, berangkatlah kami sekeluarga menuju Cirebon demi berbelanja perlengkapan yang dibutuhkan. Mulai dari kanvas hingga cat minyak. Jujur, kami bukan keluarga artist. Makanya untuk urusan semacam ini, kami sama sekali tak paham. Hanya bermodal nekat bertanya-tanya pada penjaga toko yang ada.  Oh ya, hari ini menurut saya menyenangkan sekali. Kebetulan toko perlengkapan alat tulisnya berada ditempat yang menjadi titik mac...

Mari bermain peran ^__^

Seperti biasa, di malam hari ketika bercengkrama bersama,  salah satu yang kami lakukan adalah membaca buku. Malam ini giliran ayah yang bertugas bercerita. Buku terpilih malam ini ialah buku Nabi-nabi. Dan kisah terpilih yaitu kisah dimana Nabi Ismail diminta Nabi Ibrahim menceraikan istrinya. Tidak seperti malam-malam sebelumnya yang proses penyampaiannya hanya dengan bercerita biasa, malam ini ayah mencetuskan proyek bermain peran berdasarkan bahan bacaan kami malam ini. Anak-anak tentu saja menyambut dengan antusias. Ah ya, ayah memang paling pintar membuat sesuatu nampak lebih menarik. Maka malam ini, mama berperan sebagai istri Nabi Ismail, Anya mengambil peran sebagai Nabi Ismail, sedangkan Qeela memilih menjadi Nabi Ibrahim. Ayah dan Bia cukup sebagai penonton setia kami :D Semua berjalan sangat menyenangkan. Penuh tawa. Anak-anak belajar memerankan sesuatu berdasarkan apa yang diceritakan. Tentu saja, proses seperti ini, tanpa sadar membuat mereka lebih mudah m...

Jelajah Pagi

Semalam menjelang tidur, saya dan suami juga anak-anak bersepakat untuk bersepeda pagi hari ini sebelum ayah berangkat kerja. Bersepeda memang menjadi agenda rutin kami, namun kali ini agak berbeda dikarenakan untuk memenuhi tantangan kelas Bunda Sayang.  Bedanya apa sih bersepeda biasa dengan proyek bersepeda? Bedanya ada pada persiapannya. Ketika bersepeda sehari-hari, kami hanya berkeliling tanpa ada tujuan ataupun feedback ketika selesai. Kali ini, karena menjadi proyek, tentu saja dibutuhkan persiapan, briefing sebelum dan feedback setelah kegiatan. Maka tujuan bersepeda pagi hari ini ialah menjelajah lingkungan sekitar. Kami tinggal dikomplek perumahan. Beberapa waktu yang lalu, saya menyadari munculnya rambu baru di beberapa lokasi. Jalan yang tadinya bisa sembarang kami lewati, kini menjadi jalan 1 arah. Wah, satu proyek baru yang bisa saya bawa kerumah, mengenalkan anak-anak pada kondisi baru sekitar kami.  Maka pagi ini, sebelum suami berangkat kantor...

Mengawali dengan tantangan Bunda Sayang

Alhamdulillah, di awal tahun, setelah liburan yang cukup, tantangan di Bunda Sayang dimulai lagi. Jadi kejutan tersendiri bagi saya, karena tantangan ketiga ini berkisar seputar proyek keluarga dalam rangka meningkatkan potensi anak. Pas sekali dengan rencana keluarga kami di tahun 2018. Saya dan suami merasa ditantang betul disini, maka insya Alloh kali ini kami dapat total membersamai proyek untuk anak-anak dirumah.  Seharian ini, saya dan anak-anak sempat melakukan beberapa bincang ringan mengenai proyek keluarga. Sebelumnya tentunya sudah saya bahas bersama suami. So far, kami memutuskan untuk melakukan beberapa proyek yang terbagi dari proyek kecil, proyek sedang dan proyek besar. Dalam postingan awal ini, saya mau sedikit berkisah seputar rencana proyek kami. Belum kami jalani karena memang akan butuh beberapa saat menyiapkan. Proyek utama kami sebenarnya ialah Roadtrip ke Jawa Timur setelah roadtrip terakhir kami kesana ketika anak-anak masih balita, 3 tahun lalu. M...

Mulai pulih

Memasuki hari ke 6 anak-anak sakit. Hanya Bia yang menunjukkan kemajuan signifikan dari kesehatannya. Ia mulai ceria kembali. Namun masih terlihat lesunya. Beberapa kali saya memergoki ia jatuh tertidur di waktu yang bukan jam tidurnya 😣 Ia masih disuapi sampai sekarang. At least sudah lumayan dengan meminta makan sendiri. Setidaknya dia sudah paham kebutuhan perutnya. Menurut saya sudah masuk salah satu bentuk kemandiriannya😅. Tak apalah, kondisi anak-anak sakit begini, tidak banyak yang bisa saya latihkan. Bulan ini memang saya akui, saya tidak bisa total. Tapi semoga begitu anak-anak pulih, saya bisa mulai lagi dengan lebih serius. Bismillah #hari10 #tantangan10hari #gamelevel2 #latihankemandirian #kuliahbunsayIIP

Kemandirian : menyiapkan sarapan sendiri

Alhamdulillah, pagi ini Bia susah semakin membaik. Bangun tidur tadi, ia tetiba kembali meminta makan..seperti sebelum ia sakit. Mama, am. Bia am, mama Namun, karena emaknya masih sibuk sendiri dengan kakak-kakak, yang masih sakit, tanpa saya sadari, ia beranjak sendiri. Memanjat kursi meja makan demi menemukan selembar roti tawar berikut botol selai yang terbuka. Tanpa bertanya, ia meraih sendok dan melumuri rotinya dengan selai yang ada. Mama, Bia am. Mama roti Bia. Ahh, anak emak sudah besar. Sayang saya sedang tidak ready didekat Hp untuk mengabadikan moment ini dalam bentuk foto. Namun jelas masih ada dalam ingatan.  #hari9 #tantangan10hari #gamelevel2 #melatihkemandirian #kuliahbunsayIIP

sok sibuk!

IMS IIP Rangkul Cirebon Komunitas Bestari HS anak-anak trus kemarin nowel suami, 'bro, koq aku pengen kuliah lagi, mau jadi guru BP' walo dijawab suami 'OK' kemudian ngeh SOK SIBUK BENER, BU.. WAKTUNYA ADA???? T_____T one by one tik!! Tapi kalo jadwalnya bareng gimana?? #eh

Sabarku berbuah manis

Hari ketiga sudah Bia sakit. Alhamdulillahnya, walau masih demam, namun kondisinya berangsur membaik. Nafsu makannya belum membaik, wajar saya tau karena kondisi sakit seperti ini tentulah makanan nampak tidak terlalu nikmat. Tapi tetap saja, ada rasa ketar ketir dihati emak. Takut si anak makin kurus saja. Insya Alloh kita kejar selepas sehat ya nak.. Apa yang mau saya laporkan hari ini? hmm..Mungkin perihal toilet trainingnya :D. Bia memang sudah dapat menahan pipis hingga saya menawarkan ke kamar mandi. Namun, bila saya terlupa menawarkan dan ia terlalu sibuk bermain, masih saja ia mengompol. Hari ketiga ini, nampak ada yang berbeda. Mulai dari semalam, ketika dalam kantuknya, ia tiba-tiba menepuk pelan lengan saya, 'Mama, Bia pipis' yang maksudnya ia mau pipis. Saya heran dibuatnya, namun segera bergegas membantunya ke kamar mandi dan bebersih.  Jadi, seharian ini saya takjub sendiri, ketika tanpa saya tawari, ia sendiri yang datang melaporkan bahwa ia ingin pipis....