7.38.55

Nah eta, angka apakah itu?
hihihi. Biasanya emak-emak itu (apalagi beta), mudah sekali keluar komen-komen yang sebenarnya niatnya baik, tapi jatuhnya kayak orang ngomel. Iya itulah aku banget. Niatnya khawatir, malah jadi marahin. Niatnya ngajak main, malah jadi merintah. Aih, serba salah. Nah itu kan saat emak belum ngeh ya kalo ternyata komunikasi mah butuh ilmu juga. Ga asal njeplak. Hati sakit akibatnya.

Jadi kemudian mulai lagi menata serpihan-serpihan ilmu yang didapat diluar sana, menyatukan jadi sebuah wawasan baru, memantapkan hati untuk memulai, dan jangan lupa bilang BISMILLAH :D

Jadi selepas bersepeda pagi seperti biasa, tiba-tiba Qeela masuk rumah sembari menangis. Tanpa permisi melanjut ke kamar. Saya yang kebingungan, akhirnya menyusul. Ketika bertanya, Ia tetap saja tidak mau menjawab. Naluri innerchild saya sempat akan muncul (saya paling tidak kuat mendengar anak menangis, tiba-tiba muncul rasa bersalah berat), namun saya tahan sebisa mungkin. Saya tau, ketika innerchild menguasai, yang ada ialah saya terbawa emosi dan akan memarahi Qeela atas menangisnya. Saya jadi sulit menerima perasaannya. Saya sendiri sedang belajar praktek menguasai Innerchild saya, maka yang saya lakukan ialah berkali-kali membuang nafas sambil memutar mantra  'tahan sebentar, terima perasaannya' didalam kepala terus menerus.

Berusaha tidak terpengaruh, saya mulai menanyakan perihal menangisnya Qeela. Ada apa? kenapa menangis? perasaan seperti apa yang dirasa. Diawal, ia tetap saja tidak mau membuka mulut, semakin dalam menenggelamkan kepalanya dibalik bantal. Menghadapi anak dengan kondisi begini hanya sabar dan setia menanti disampingnya. He. Sebisa mungkin biarkan anak menyelesaikan dirinya sendiri sampai ia siap bercerita. Dan tugas kita cuma setia saja koq disampingnya..memberi dukungan dengan elusan lembut.

kaidah 7-38-55 sangat efektif menurut saya untuk situasi semacam ini. Elusan lembut, tatapan mata, dan bahasa yang santun juga enak didengar akhirnya sukses membobolkan pertahanan Qeela. Ia mulai bercerita tentang perasaannya, apa yang dia harapkan dsb.

Diakhir, tidak lupa saya tanyakan

"sudah enakan, nak?"

"Iya, mama" sambutnya sambil tersenyum.

tak berapa lama ia sudah asyik bersepeda lagi diluar bersama teman-temannya. Alhamdulillah


#hari5
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayIIP
#gamelevel1
#tantangan10hari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meruntuhkan Label : Tidak Cinta Diri

berdamai dengan keadaan..

menyambut Baby T