Kesepakatan diawal


Pernah ga sih, kita berulang-ulang mengingatkan anak-anak ketika melakukan sesuatu?
kadang lelah memberitahu ditambah mood ibu yang kadang naik turun, tanpa sadar niat mengingatkan itu malah beralih menjadi marah-marah?

Saya pernah. Sering malah :(
Sebalnya itu pada diri sendiri, tau teori,  tapi koq ya tetap saja kegoda untuk ngomel-ngomel. Abisan gimana ya, anak-anak rasanya tidak terlalu memperhatikan apa yang saya maksudkan. Akhirnya saya merasa harus berulang-ulang mengingatkan.

Nah, ternyata, kemarin ketika mengikuti kelas kurikulum, saya belajar untuk praktek langsung membuat kesepakatan dengan anak. Ini enak banget deh, meringankan tugas mulut untuk bolak-balik mengingatkan. Dipikir-pikir sekarang, ini juga salah satu pendukung utama terbangunnya komunikasi produktif. Stock sabar berlimpah, Misuh-misuh berkurang, komunikasi produktif aman :D
Seperti sore ini, ketika anak-anak bermain diluar rumah. Bila sebelumnya saya harus bolak balik memanggil mereka untuk pulang, mereka sekarang sudah paham kesepakatan kami. Kami sepakat untuk ijin dahulu sebelum keluar rumah. Kemanapun itu walaupun sebatas naik sepeda didepan rumah.
Sore ini, mereka bermain tanpa ijin. Mungkin lupa. Maka ketika pulang, mereka kemudian ingat akan kesepakatan kami, yang saya lakukan hanyalah mengingatkan mereka akan kesepakatan kami. Ini lebih mudah, tanpa marah-marah ataupun mengomel. Mereka berdua langsung sadar. Mendekati saya dengan raut wajah sedih, kemudian meminta maaf. Saya tanya perihal pendapat mereka dari melanggar kesepakatan. Sayapun menjelaskan perasaan saya yang kecewa karena mereka keluar tanpa ijin saya. Overall, semua terlewati dengan mudah. Mereka paham salah mereka, mereka meminta maaf dan itu semua tanpa harus menaikkan suara emak :)

Komunikasi akan semakin baik bila didukung dengan aspek lainnya. Situasi dan kondisi tentu perlu dipertimbangkan. Kesepakatan memudahkan semua, lantas, kenapa tidak?


#hari7
#tantangan10hari
#gamelevel1
#kuliahbunsayIIP
#komunikasiproduktif 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meruntuhkan Label : Tidak Cinta Diri

berdamai dengan keadaan..

menyambut Baby T