(masih dengan) Sapih


Bulan ini, Bia menjelang 29 bulan dan iyak mamak belum berhasil juga menyapih si bayik :(

Sudah berbagai cara (sepertinya) yang mamak lakukan mengikuti kaidah WWL (Weaning With Love), namun sepertinya masih ada kecenderungan belum ikhlas dihati kami berdua. Memang ya, katanya bila belum ikhlas, ntah kenapa WWL tidak akan berjalan lancar.

Siang ini saya kemudian mencoba berikhtiar lagi. Saya ajak bicara Bia kesekian kalinya (ditambah sounding berbulan-bulan lamanya) bahwa ia sudah terlalu besar untuk masih menyusu. Bahwa yang diperbolehkan menyusu ialah adik bayi. Sedang Bia sudah termasuk kakak-kakak. Bila sedang seperti ini, ia akan mengangguk paham. Namun semua berkebalikan ketika ia mulai mengantuk. Saya harus sabar-sabar menghibur maupun mengalihkan perhatiannya. Semakin berat sebenarnya dikarenakan saya tidak memiliki pihak lain yang memantu 'menyelimurkan' Bia. Maka sembari menggendong-gendong bayi yang mulai menjelang tantrum, saya bersamaan harus menemani kakak-kakaknya. 

Alhamdulillah, kakak-kakak bisa diajak kerjasama. Mereka beberapa kali ikut mengalihkan perhatian Bia dengan mengajak main ataupun mempertontonkan kreasi mereka. Pada akhirnya Bia bisa tertidur dalam gendongan saya. Sedari tadi memang saya tidak henti mengkomunikasikan padanya bahwa ia sudah sepantasnya tidak menyusu saya lagi. Huff, sesuatu yang sulit menurut saya. Mungkin karena separuh diri saya masih belum ikhlas menanggalkan kenyamanan menyusui.

Semoga nanti malam semua dapat berjalan lancar lagi. Doakan saya temans. Melalui menyapih ini, saya tidak hanya belajar berkomunikasi dengan Bia yang notabene masih berproses dalam berbahasa, namun juga dengan diri saya. Saya bolak-balik harus mengingatkan diri saya, menguatkan niat saya ketika menyapih ini. 

Bismillah kita bisa ya nak..mama Bisa!!


#hari13
#tantangan10hari
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayIIP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meruntuhkan Label : Tidak Cinta Diri

berdamai dengan keadaan..

menyambut Baby T