Belajar Ridho

Ngomongin Ridho suami, seringkali jadi bahasan yang uhuks.
Kita bilangnya ikhlas, tapi beneran ikhlas ga?

Kita bilang suami ridho, ini beneran ridho apa 'terpaksa' ridho?

Saya masih sangat belajar dalam urusan ini. Belajar menurunkan ego saya. Ini sepenuhnya adalah tanggungjawab saya. 
Alhamdulillah suami saya adalah seorang yang terbuka, menerima kritik dengan baik, bisa diajak diskusi. Namun kadang saya sendiri yang terlalu memaksakan idealisme hingga menjurus pada dirinya 'terpaksa' ridho.

Semalam lagi-lagi saya seperti diingatkan perihal ridho ini ketika meminta ijinnya untuk tidak hadir disebuah kajian karena memberatkan bertemu teman. Salah saya ialah ketika meminta ijin tidak disertai penjelasan detail kenapa saya memilih bertemu teman-teman. Hasil dari kekurangjelasan ialah, tidak turunnya ijin dari suami.

Apakah saya ikhlas? huhu berat. Tapi apakah ini sudah final? Saya kemudian mulai mencari celah. Kira-kira mana hal yang bisa saya usahakan untuk mengubah keputusan beliau *jangan ditiru banget yaa, ini salah nih*. Ternyata saya temukan, penjelasan runut dan rinci. Kali kalo waktunya cukup, buat proposal lengkap tertulis deh :P

Maka kemudian saya jelaskan secara rinci. Belajar tidak menggunakan ego, maka saya paparkan alasan yang kiranya adil. Apa yang terjadi?

Oh gt critanya, ya kan beda kl tau crita utuhnya, gk sepotong-sepotong. OK ga apa. Hati-hati ya :)

Naaaahhh. Ternyata, clear & clarify disini menjadi kunci semuanya. Alhamdulillah jadinya semua ridho kaan. Suami ridho pada aktifitas saya, dan saya ridho dengan keputusan suami.
Eh, dari ridho kenapa ke komunikasi??
Wkwkwk..Benang merah yang bisa ditarik ialah,  dengan komunikasi yang baik, semua jelas, maka keputusan bisa didapat dengan mempertimbangkan semua aspek dengan adil. Dan kemudian itulah yang menjadi keputusan suami saya. Alhamdulillah yak semua insya Alloh ridho.





#hari11
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayIIP
#gamelevel1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meruntuhkan Label : Tidak Cinta Diri

berdamai dengan keadaan..

menyambut Baby T