Pujian untukmu😘

Siang ini Qeela pulang bersepeda dengan terpincang-pincang..
'Qeela jatuh waktu lari tadi mama', sembari menunjukkan luka lecet menganga dikedua lutut berikut siku kirinya. 
Saya sempat menawarkan mengobati, namun ia menolak. Menanti perihnya hilang katanya..

Sore ini, ketika sholat Ashar bersama, saya menyadari bahwa ternyata ia kesulitan melakukan beberapa gerakan sholat dikarenakan kondisinya. Saya mencoba menahan diri untuk berkomentar ataupun memberikan keringanan baginya. Sambil menahan sakit dengan sesekali meringis, ia tetap melakukan keseluruhan gerakan sholat. Walau dengan begitu, sholat kami memakan waktu agak sedikit lama karena saya menanti ia mencoba menyempurnakan gerakannya yang perlahan. Ketika sholat selesai, terjadilah dialog antara kami berdua.

'Qeela, kakinya masih sakit ya? Susah buat sholatkah?'
'iya mama. Qeela sampe bingung tadi pas mau sujud. Pas di lukanya'
'ga apa ya, pelan-pelan'
'iya ga apa'
'Qeela, anak sholeha, Qeela hebat lho. Mama tau walaupun Qeela kesulitan, nahan sakit, tapi Qeela tetap semangat diajak sholat. Qeela usaha menyelesaikan sholat. Mama bangga'

Ia terdiam, namun bulir air matanya jatuh. Tanpa banyak bicara, ia lalu memeluk saya. Melanjutkan tangisannya.

Ahh..begini rupanya memuji yang sebenarnya. Puji usahanya, puji spesifik. Bukan pada hasilnya. Dan jelas, ia akan sangat mrnghargai itu.

Semoga emak bisa terus mengingat teori memuji ini ya nak. Biar mama ga salah puji yang malah berakibat buruk buatmu. Tulus hari ini pujian mama untukmu. Mama bangga sama Qeela. I love you nak😍😘

#hari8
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#gamelevel1
#kuliahbunsayIIP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meruntuhkan Label : Tidak Cinta Diri

berdamai dengan keadaan..

menyambut Baby T