Bahasa Cinta

Kemarin siang, saya membaca sebuah tulisan Ust. Harry Santosa di group HEbAT JABAR yang saya dan suami ikuti. Biasanya, Ust. Harry membahas mengenai tahapan perkembangan anak menyesuaikan pada fitrahnya. Namun kali ini agak berbeda. Visi Misi Pernikahan dan Keluarga. Saya sebenarnya tidak terlalu kaget karena sempat dibahas sedikit oleh mba Artri yang saya temui minggu lalu.

Ust. Harry membahas bagaimana perlunya setiap keluarga memiliki visi misi yang jelas atas tujuan dari keluarga ini. Sebagai patokan ketika keputusan baik itu diambil oleh individu didalam keluarga atau sebagai satu kesatuan keluarga Patokan itulah yang akan menjadi penguat dan perekat setiap anggota keluarga.

Trus saya bakal bahas visi misi keluarga? Sayangnya bukan, ilmunya masih belum sekuat itu :P
5 Bahasa Cinta yang sempat disinggung Ust. Harry diawal artikel lah yang menggelitik saya. Sebelumnya, saya pernah mendengar sekilas tentang apa itu 5 bahasa cinta yang dijelaskan suami.
Menurut riset ada 5 tipe bahasa cinta yang tiap orang berbeda satu sama lain yaitu pujian, pemberian, kebersamaan, layanan, sentuhan. Jika bahasa cinta seseorang ini dikenali dan diaktivasi maka kantung cintanya akan membesar berbunga bunga - Ust. Harry Santosa

Bahasa cinta sempat disinggung suami saya ketika menjelaskan pada saya bahwa barangkali kesalahpahaman yang sering terjadi pada kami salah satunya disebabkan karena ketidakpahaman pada bahasa cinta masing-masing. Okelah, gegara disinggung, saya jadi mulai cari tahu kan yaa...

Jadi semalam saya tanya beliau,

'Masbro, kalo bahasa cinta masbro apaan? Lebih suka diapain?'
'Didengarkan kayaknya. Eh kalo testnya hasilnya sih layanan. Tapi kayaknya ga terlalu'
'kalo adek, sukanya disentuh. hee'
'iya itu, makanya suka lendat-lendot'
'oh iya, jadi sukanya didengarkan? eh itu sih bahasa cintanya apa?'
'ga tau. yang jelas sukanya didengerin. cari sendiri dech itu apa'
'yayaya. catet. jadi sukanya didengar ya. maap ya istrinya suka nakal'

Saya ngapain? clear and clarify. Menanyakan jelas, dan mengklarifikasikan apa yang saya pahami. Niatnya sih ujungnya supaya ada kesepahaman antara kedua belah pihak.

Nah kan, satu lagi pelajaran dan manfaat yang saya dapat dari mengikuti kelas Bunda Sayang IIP. Jadi paham lebih tentang suami. 

Jadi masbro, aku sering-sering dielus-elus ya kalo pas sambil dengerin kamuh nasehat..jadinya saling ngisi bahasa cinta kita kan. hahaha.

#hari3
#tantangan10hari

#kelasbundsayIIP
#gamelevel1

#komunikasiproduktif




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meruntuhkan Label : Tidak Cinta Diri

berdamai dengan keadaan..

menyambut Baby T