Memulai tanpa ekspektasi

Memasuki hari ke 4 membangun komunikasi produktif diantara kami..alhamdulillah..

Mau sedikit cerita ah, saya ini orangnya gampang-gampang susah. Terkadang agak sulit menerima ketika dikritik orang terdekat. Entah kenapa ego saya lah yang selalu maju duluan. Eh bukan entah kenapa dink, dasar saya yang belum kelar memanage diri :p

Nah, seringkali masalah inilah yang menjadi titik awal mula permasalahan antara saya dan suami. Saya yang terkadang punya salah (namanya juga manusia, sist :D ), saat dikritik suami malah tidak terima. Biasanya akan terjadi proses 'ngeyel' dari saya. Suami yang pada dasarnya tidak menyukai konflik akhirnya memilih untuk diam saja. Mengalah. 

Belakangan, saya sadar saya yang salah. Bila begini terus, lantas kapan saya melakukan perbaikan diri. Kalo begini terus, sama saja saya 'memutilasi' peranan suami sebagai imam yang seharusnya mendidik saya.
Akhirnya mulailah saya kembali utarakan maksud saya. Saya mohon ridhonya untuk mulai kembali pelan-pelan mendidik saya dalam hal mengkritik. Saya jelaskan beliau bagaimana sebuah kritik bisa saya terima dan sebagainya. Diakhir, saya minta beliau pahami dulu ini, nanti kritik bila saya minta (kritik koq diatur?)

Pagi ini, saya mulai bersiap diri. Saya sedang ingin dikritik. Terkadang ketika melakukan sesuatu, tidak selalu kenyamanan muncul di hati kita. Begitulah kemudian saya niatkan bertanya pada suami. Mencari perspektif baru. Dan datanglah saya padanya, meminta kritik tanpa ekspektasi. Saya tidak berharap mendapat kritik yang membangun ataupun menjatuhkan. Saya hanya ingin mendengarkan. Pendapat beliau adalah segalanya, karena ada ridhonya disana.

Apa yang saya dapatkan? Sebuah perspektif baru. Sebuah semangat baru. Suami melakukan semuanya dengan runut. Mulai dari menonjolkan positif saya, kemudian mulai perlahan memberi masukan atas kekurangan saya, dan diakhiri dengan menyemangati. Ketika saya siap, semua berjalan mulus. Saya sangat bisa menerima apa yang suami utarakan.

Ah, sebenarnya tidaklah sulit menerima kritik. Semua karena ekpektasilah kita kadang kecewa. Hal baru saya pelajari seputar ekspektasi.
Syukur alhamdulillah jazaa kallohu khoiro masbro atas semua masukannya. Nyess banget dihati. Bersyukur Alloh jodohkan kita berdua. Bantu istrinya membangun peradaban menakjubkan dari rumah ya..


#hari4
#tantangan10hari
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayIIP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meruntuhkan Label : Tidak Cinta Diri

berdamai dengan keadaan..

menyambut Baby T